Jadi Gamer Berprestasi Dengan ASUS ROG Phone 3, Powernya Gak Ngotak

Oktober 29, 2020

Menatap ponsel sambil meneguk kopi menyaksikan highlight pertandingan grand final turnamen Mobile Legends Mytel International Championship 2020 beberapa waktu lalu, kening saya berkerut tak habis pikir mengapa tim unggulan sekelas EVOS Legend bisa takluk dengan angka mencolok melawan pendatang baru ONIC Sports.

Mobile Legends aka Mobile Legends Bang Bang (MLBB) adalah salah satu game MOBA populer di Indonesia saat ini selain Free Fire, PUBG, Arena of Valor (AoV), dan COD Mobile (Call of Duty). Game buatan Moonton ini sukses menjadi kegemaran para gamer serta menarik atensi kaum hawa. Dan, menjadi salah satu cabang game yang paling sering dikompetisikan di sejumlah even eSports yang sejak 5 tahun terakhir eksis di sejumlah negara, termasuk Asian Games 2018 dan Sea Games 2019 lalu. Faktanya, game ini tidak dipengaruhi umur, termasuk saya yang sudah boros usia.

EVOS Legend yang pernah jawara dunia Mobile Legends 2018 dan 2019, adalah kelompok gamer asal Indonesia yang cukup punya nama di dunia eSport Indonesia. Bersama RRQ yang baru saja menjuarai MPL Mobile Legends Season 6 2020, kedua tim Esport ini pernah membawa nama Indonesia sangat harum di kancah dunia. Saking populernya, sering kali saya temui player lain menggunakan embel-embel EVOS yang diplesetkan seperti EVES Legend hingga EVA's saat sedang bertanding online

Keheranan saya cukup beralasan karena tim unggulan dan juga populer di kancah eSport seperti tim-tim besutan EVOS eSports tidak selayaknya kalah bahkan tanpa balas 0-3 dari new comer seperti ONIC.

Sambil meletakkan cangkir kopi suguhan istri dan mengaktifkan gim Mobile Legend di hp saya berandai-andai bagaimana performa saya menjadi pilot ketika memainkan karakter hero-hero legendaris melawan lawan kelas dunia.

Ah, membayangkan untuk menjadi player profesional saja saya tidak pernah, apalagi menjadi juara dunia. Pelan-pelan saya buka daftar nama hero koleksi saya. Pharsa, hero mage kesayangan saya "cuma" ranking 3 top lokal (Indonesia) di season ini dengan nama @maen_aja. Tak mungkin membandingkan saya dengan para pemain Mobile Legend top global seperti Rasy, SaSa, AntiMage, Drian, dan SanzJagodi ONIC eSport yang baru saja menghabisi EVOS.

Saya sih cuma doyan nge-game, trus nonton highlight pertandingan para tim eSport. Itu saja.

Setelah beberapa waktu berdiam diri sembari saya mencari tahu apa penyebab kegagalan EVOS namun tak ketemu juga jawabannya, pikiran saya justru teralihkan ke hal positif yang muncul dibalik kemenangan ONIC eSports terhadap juara dunia asal Indonesia itu.

Bahwa kini eSport semakin digandrungi di dunia pastinya membuka peluang bagi anak-anak muda untuk berprestasi. Terlebih lagi Indonesia kini adalah gudangnya pemain eSport yang tidak bisa diremehkan di dunia. Dan, bakat-bakat di Indonesia juga sangat banyak. Tinggal bagaimana mengelola bakat tersebut menjadi prestasi. Pastinya ini berlaku untuk semua jenis game di eSport. Dan itu justru harus dimulai dari diri si pemain sendiri.

Buat kamu para pegiat game, mulailah menyusun rencana masa depan meskipun itu melalui gaming. Lihat pemain-pemain game kini memperoleh penghasilan dari gaming setelah direkrut oleh tim eSport.

1. Yakin Bahwa Hobby Bisa Menjadi Prestasi

Tidak sedikit fakta yang membuktikan bahwa hobby bisa menjadi prestasi, bahkan mata pencaharian. Diego Maradona, hanya anak kampung yang doyan main bola di jalanan di Argentina tapi kecintaannya akan sepak bola membuatnya menjadi legenda dunia bersama Pele, yang juga anak kampung di Brazil. Keduanya pernah membawa negaranya juara FIFA World Cup di eranya. Dan, faktanya, pemain eSport ONIC, EVOS, RRQ, hingga Alter Ago adalah anak muda yang berasal dari basic hobby yang sama : bermain game.

Atau, kamu bisa mengintip seperti apa Peter Dager, Saahil Arora, Clement Ivanov, Oleksandr Dashkevych, Jang Min Chul, Lee Young Hoo, Jonathan Wendel, yang merupakan deretan gamer dunia yang sarat prestasi dan telah menjadi gamer pro di usia muda. Setidaknya, kamu bisa mengamati JessnoLimit (eks EVOS) yang cukup punya nama di kalangan gamer Indonesia, khususnya Mobile Legends.

Please jangan tanya kenapa dulu saya tidak pernah juara padahal hobby gamenya akut. Soalnya di era saya yang gantengnya wow😋 dulu smartphone belum lahir, yang ada cuma console sejenis gimbot (game watch maksudnya), itupun gim nya Tetris/Susun Balok sama Perang Kapal vs Helikopter😭.

Emang sekarang gak bisa menangin even ya ? Anu, sekarang saya fokus menangin hati istri yang sering uring-uringan nge-liat saya nge-game sampai tengah malam😍.

2. Bentuk Tim Kompetitif Yang Bisa Juarai Apa Saja

Kalau kamu biasanya mabar (main bareng) dengan teman, kenapa tidak membentuk tim yang hebat dari teman mabar kamu saja ? Bukan cuma sekedar untuk push rank hingga level Legend dan Mythic saja, kamu bahkan bisa kok menjuarai kompetisi. Misalnya kompetisi MPL di Mobile Legend, yang rutin diadakan. Dan lebih dari situ, kamu bisa jadi juara di even mana saja. Apalagi game-game yang sering ada kompetisinya bukan cuma Mobile Legends saja. Free Fire dan Call of Duty adalah game yang juga eksis melakukan kompetisi dengan hadiah menggiurkan. Bukan cuma itu saja, potensi untuk direkrut oleh tim eSports papan atas sangat terbuka besar bila kamu bisa menunjukkan kemahiranmu dan memenangkan pertandingan.

3. Tekun Berlatih dan Banyak Menonton Video Pertandingan

Apa yang harus dilakukan sebuah tim juara ? Latihan, latihan, dan amati video pertandingan para juara. Tim-tim Mobile Legend yang saya sebutkan diatas tidak mungkin berprestasi bila tidak berlatih. Latihan apa yang harus dilakukan ? Kekompakan. Ya, masalah kekompakan merupakan kendala yang sering kali menghinggapi performa dan prestasi tim olahraga. Dan agar kekompakan itu mengalir dalam darahmu, tidak lain tidak bukan yaitu dengan berlatih memahami karakter, kelebihan, potensi, kelemahan dari masing-masing teman.

Ini juga bisa jadi modal kamu mengingat tim-tim eSport Indonesia sering kali mengadakan audisi kepada seluruh gamer di Indonesia untuk direkrut mengisi sejumlah slot yang dibutuhkan dalam tim-tim bentukan mereka. Siapa tahu kamu teruji dan masuk tim mereka, apa gak keren tuh ?

Ingat, mengatur waktu itu sangat penting. Jangan sampai waktu belajar, atau waktu bekerja, apalagi waktu bersama keluarga lebih sedikit daripada bermain game.

4. Jangan Sombong, Di Atas Langit Masih Ada Langit

Jumawa adalah penyakit orang Indonesia bila sedang unggul terhadap kompetitornya. Bahkan saya juga seringkali dihinggapi rasa sombong bila sudah nge-kill beberapa kali. Yang bikin sakit dan geregetan itu waktu late game tim lawan bisa epic comeback alias menang tanpa terduga di menit akhir. Nah, bila tim kamu ingin merangsek ke jajaran tim terbaik di Mobile Legend, hindari sifat jumawa ini sebelum kamu dilibas di menit akhir oleh tim lawan meskipun kamu sudah nge-kill belasan kali. Kalaupun kalah, belajarlah bersikap sportif, seperti teman saya yang tetap menjalin pertemanan setelah dulu undur diri dari kompetisi yang tak terlihat dalam memenangkan hati gebetan yang sekarang jadi istri saya...😊

5. Gunakan Perangkat Gaming Yang Mumpuni Untuk Bertanding

Seperti umumnya dalam memainkan game-game baik di console utamanya di gawai, di Mobile Legends pastinya juga melibatkan adrenalin dan hasrat memenangkan pertandingan. Dengan alur bermain yang cepat, semakin lama pastinya tensi juga semakin tinggi. Tak jarang dalam satu tim beradu argumen bahkan mencaci maki karena kesalahan kecil, padahal kesalahan-kesalahan mungkin saja disebabkan oleh faktor non teknis semisal lag karena gangguan internet atau bahkan karena lag yang disebabkan perangkat yang panas.

Seringkali muncul notifikasi "your game graphic is below the spesification needed" atau grafis perangkat kamu lebih rendah dari yang dibutuhkan game ini ketika bertanding dalam durasi lama. Grafisnya mengalami delay, dan ponsel terasa panas.

Kalau hati dan pikiran panas, jangankan hp yang grafis gamenya terlihat patah-patah, grafis istri atau gebetan yang ngi-ngetin istirahat pun terlihat hilang-hilang timbul, hehe...😊

Ini berarti kamu mesti menggunakan perangkat mobile gaming yang sesuai agar performa selama bertanding tetap terjaga.

Nah, perangkat terbaik yang tetap kencang meskipun bermain lama dan grafisnya tetap terjaga kualitasnya adalah ROG Phone 3, salah satu gawai keluaran ASUS yang baru saja dirilis.

Spesifikasi Penting Dalam Perangkat Gaming Yang Wajib Diperhatikan

Menurut data, 69 persen pemain game online menggunakan perangkat mobile (smartphone). Dengan jumlah pengguna gadget akan terus meningkat dan pemain game juga pasti akan bertambah, dapat diartikan kebutuhan akan gadget yang mumpuni untuk bermain game juga meningkat. Apalagi di new era pandemi Corona sekarang ini yang lebih safety bila beraktivitas dari rumah, bermain game lebih dari sekedar hiburan.

Saya jadi ingat salah satu ponsel tersohor keluaran ASUS yang sedari 2016 saya gunakan untuk apapun. Mengambil foto untuk dokumentasi pekerjaan, nonton movie online, dan juga main game. Meskipun saat ini spesifikasinya kalah mumpuni jika memainkan Mobile Legends terbaru yang sudah berkali-kali mengalami update, namun ASUS Zenfone 3 Max saya (saat itu) sanggup memainkan game Call Of Duty dan beberapa game berat lainnya termasuk Mobile Legends untuk memuaskan dahaga hobby yang telah ada sejak masih SMP dulu, alias 25 tahun lalu. Gila !

Sayangnya, sejak tahun lalu saya meminjam ponsel istri untuk aktivitas harian dan juga bermain game, karena pada saat itu saya kecelakaan dan sang legend pecah sehingga harus menerima takdirnya pensiun dini.

Iseng-iseng saya beralih dari aplikasi Mobile Legends dan membuka settingan perangkat hp yang dimiliki istri saya ini. Hm, lumayan sih spesifikasinya. Tapi sepanjang saya menggunakannya memainkan si Pharsa yang terbang ke sana sini untuk mengincar hero tim lawan beberapa kali pula gim ini mati dan saya keluar sendiri dari permainan. Tak ayal saya sering dilaporkan player lain ke Moonton karena AFK (away from keyboard) alias meninggalkan permainan lebih dari 3 menit (menurut aturan dalam Mobile Legend), yang berarti akun saya pasti akan dihukum banned dan pengurangan poin (standar poin minimal agar bisa mengikuti permainan Mode Rank untuk menaikkan ranking saya di jajaran top player dunia adalah 90, kurang dari 90 hanya bisa memainkan mode gim lain yang tidak kompetitif).

Apakah karena spesifikasi gawai ini yang tidak cukup mumpuni untuk memainkan game berat ? Pastinya sih, iya !

Buat kamu para gamer, sebelum saling menyalahkan gegara hal sepele ketika pertandingan sedang berlangsung padahal itu justru disebabkan masalah perangkat, berikut ini adalah sejumlah aspek yang wajib diperhatikan agar mendapatkan pengalaman gaming terbaik.

1. Processor

Tidak bisa dipungkiri, dijaman yang semakin canggih dengan game-game mobile yang semakin banyak dirilis, processor adalah kunci performa agar gawai tetap mumpuni selama gaming dalam waktu lama. Core yang banyak memang sangat menyokong perangkat secara keseluruhan, tapi bila tidak matching dengan kartu grafisnya malah bisa berdampak pada terjadinya malfunction. Alhasil aplikasi game yang dimainkan bisa saja close sendiri. Selain itu, semakin tinggi clockspeednya, semakin cepat gawaimu diajak kompromi.

2. Grafis

Aspek berikutnya yang wajib diperhitungkan adalah grafis perangkat. Tak jarang ponsel mengalami lag atau grafisnya terlihat patah-patah. Ini bisa saja disebabkna koneksi internet yang error. Tapi nyatanya grafis yang patah-patah khususnya saat memainkan game berat seperti Mobile Legends, Free Fire, AoV, atau PES lebih sering disebabkan oleh spek kartu grafis yang lebih rendah daripada spesifikasi grafis yang dipersyarakatkan oleh game tersebut. Parahnya lagi sejumlah ponsel tidak memiliki pengaturan mode grafis untuk mengantisipas masalah tersebut.

3. Layar Sentuh dan Potensi Latensi

Tak pelak lagi, respons dari layar sentuh wajib diperhitungkan. Ini karena cukup sering pengguna gadget mengeluhkan adanya lag. Bagaimana bila saat bermain game lagging pada layar sentuh kerap terjadi ? Pastinya gak asik banget, dan kamu bakal uring-uringan. Karena itu sangat direkomendasikan untuk bermain game menggunakan gawai yang refresh rate-nya tinggi dan memberikan respon yang bagus.

4. Memori

Tak jarang orang sering berpersepsi bahwa kapasitas RAM semuanya sama untuk semua jenis aktivitas di perangkat. Nyatanya persepsi tersebut keliru. RAM sangat penting bagi ponsel kekinian khususnya gawai yang digunakan untuk membuka aplikasi-aplikasi berat seperti game dan editor, karena RAM sangat mendukung fungsi multi tasking sehingga kamu bisa beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

5. Baterai

Buat kamu yang mobilitasnya tinggi pastinya butuh perangkat yang daya baterainya lama. Apa jadinya bila kamu sedang mengambil foto dokumentasi untuk tugas kuliah atau untuk bahan presentasi kerja di suatu tempat yang jauh dari sumber listrik sementara baterai tinggal satu balok lagi. Pastinya bakal khawatir hp segera padam dan kerjaan tidak selesai. Apalagi kalau sedang main game bukan ? Karena itu bila kamu ingin memiliki gawai yang bisa digunakan untuk beragam aktivitas, pilihlah hp yang kapasitasnya besar.

6. Dukungan Kamera dan Multi Media

Gaming tidak lagi sekedar bermain game dan memenangkan pertandingan, tapi juga menikmati jalannya pertandingan dan bagaimana seolah-olah kita adalah "hero" yang sedang bertarung di dalam game, bukan sebagai orang yang memainkannya. Sound dan dukungan multimedia lainnya sangat dibutuhkan dalam hal ini. Kamu juga gak setiap saat main game bukan ? Kamu juga ingin menyaksikan video Youtube, atau merekam video dengan kualitas multi media terbaik. Bahkan kamu juga ingin memperlihatkan koleksi-koleksi foto terbaik dari kamera ponsel untuk diunggah di profil akun game, semisal di Mobile Legends.

7. Gamepad dan Aksesoris Pendukung Lainnya

Aksesori memang bukan faktor penentu seorang gamer memenangi pertandingan, tapi di era sekarang hp kekinian akan terasa lebih gaming bila menggunakan aksesoris tambahan, semisal gamepad dan screen protector. Selain gamer lebih leluasa menekan tombol-tombol virtual, juga membantu melindungi perangkat dari kondisi tangan licin dan secara keseluruhan dari berbagai kemungkinan misalnya terbentur atau jatuh.

Kebutuhan kamu dan tim eSport akan gawai mumpuni sekaligus bisa memenangi pertandingan demi pertandingan dan tetap enjoy meskipun kalah, kini telah dijawab oleh ASUS. Hadirnya ROG Phone 3 pastinya akan memberikan dimensi yang berbeda : pengalaman gaming yang kencangnya gak ngotak.

ASUS ROG Phone 3

Di masa Pandemi Covid, aktivitas bisnis di dunia sangat merasakan dampaknya. Namun tidak untuk pasar gaming. Bahkan gaming adalah aktivitas yang paling banyak dilakukan selama pengguna gadget stay at home selain berbelanja online. Pastinya kamu juga, bukan ? Menurut Lucky Sebastian, seorang pengamat gadget nasional, gaming di mobile sekarang sudah jadi primadona, dimana pangsa pasarnya [secara global] di atas 50 persen mengalahkan gaming pada PC dan konsol.

Di Indonesia pasar gamingnya ada, tapi produsen khusus untuk gadget gaming (smartphone dan tablet) tergolong terbatas. Maka itu ASUS menjawab kebutuhan akan perangkat gaming buat para pengguna yang memerlukan gadget multi fungsi, dengan spesifikasi yang ditingkatkan untuk mengoperasikan aplikasi permainan dan multimedia.

ASUS, menurut GFK (media center yang berkecimpung mengamati kiprah gadget secara global) menguasai 55,2 persen pasar PC dan laptop untuk gaming pada berbagai segmen. Beragam produk laptop gaming terbaru seperti TUF Gaming dan ROG (Republic Of Gamers) telah menjadi idola di dunia, termasuk pula Indonesia.

Nah, khususnya untuk perangkat mobile, ASUS juga memenuhi keperluan pengguna gawai yang doyan bermain aplikasi game dengan merilis salah satu jajaran ROG-nya dalam versi smartphone, yaitu ROG Phone.

Setelah sukses dengan 2 edisi sebelumnya (ROG Phone dan ROG Phone 2), kini ASUS kembali merilis edisi terbaru yang diberi nama ROG Phone 3. Performanya bakalan memuaskan dahagamu yang suka banget main game dalam waktu lama (di luar aktivitas belajar tentunya).

Kamu pastinya penasaran banget dengan ROG Phone 3 ini, bukan ?

Apa Yang Menarik Dari Spesifikasi dan Fitur ROG Phone 3 ?

Spesifikasi terbaik adalah hal mutlak yang dibutuhkan perangkat yang digunakan untuk memainkan game-game serius (alias berat) dalam durasi lama. ASUS terus melakukan pengembangan dan peningkatan agar performa gawai-gawai yang selama ini terkenal elegan itu semakin membaik. Tidak terkecuali pula ROG Phone 3.

Inilah spesifikasi lengkap ROG Phone 3 beserta fitur dan kelebihannya yang wajib kamu ketahui. Yuk disimak...

Akurasi Tinggi Dengan Layar AMOLED 144Hz

Seperti biasanya keluaran ASUS ROG Phone, ASUS merilis ROG Phone 3 dalam balutan body yang kokoh berbahan metal berukuran 171 x 78 x 9.9 mm (6.73 x 3.07 x 0.39 inch).

Berbeda dari pendahulunya, ROG Phone 3 menggunakan layar sentuh capasitive AMOLED yang tersertifikasi "TÜV Rheinland 9" berukuran 6,59 inchi, dan layarnya beresolusi 2340x1080 dengan 157% warna (RGB) gamut serta memiliki refresh rate 144Hz/1ms (lebih tinggi dari pendahulunya) yang dipadukan dengan fitur touch-sampling rate 270 Hz. Dengan rate total seperti ini alhasil potensi skip/lag (lag saat menggeser atau menyentuh layar seolah-olah tidak responsive beberapa waktu) yang kerap terjadi bisa terminimalisir.

Teknologi display ini juga mendukung konten-konten berkualitas HDR dan HDR10 +. Hebatnya lagi, dalam prosesnya layar display ponsel yang meiliki rasio kontras 1.000.000.000 : 1 dan dilengkapi Corning® Gorilla® Glass 6 ini telah diuji dengan kalibrasi warna untuk memastikan nilai Delta-E kurang dari 1.

Apa dampaknya ? Gawai dengan kecerahan layar 650 nits (untuk kondisi normal membaca di ruang terbuka) ini memiliki akurasi warna sangat tinggi, dan kamu seolah-olah berada di alam nyata para hero Mobile Legends. Menonton film streaming dan video Youtube pun serasa lebih hidup.

Snapdragon 865 Plus Bikin Kencang dan Performanya Gak Ngotak

Memiliki gawai yang kencang tanpa ngadat serta performa yang tetap terjaga pastilah impian semua gamer, dan saya pastikan kamu juga menginginkannya bukan ? Kuncinya ada pada chipset processor yang digunakan. Snapdragon Qualcomm sudah lama dikenal sebagai penghasil chipset terbaik untuk smartphone.

Berbeda dengan versi pendahulunya, kali ini ASUS menyematkan Qualcomm Snapdragon 865 Plus yang merupakan processor terbaru Qualcomm dan termasuk dalam jajaran Snapdragon Elite Gaming (segmen khusus chipset gaming dari Snapdragon yang memiliki fitur Desktop Forward Rendering, Qualcomm Game Color Plus v2.0, dan Qualcomm Game Smoother).

Apa kelebihan Snapdragon 865 Plus ? Chipset elite dengan clockspeed 3,1 Ghz ini disokong oleh CPU Qualcomm Kyro 585 dan GPU Adreno 650 yang menyebabkan rendering grafis ROG Phone 3 jadi tinggi, dan 10 persen lebih baik dari pendahulunya. Oya, clockspeed segitu adalah yang tertinggi saat ini. Canggihnya lagi, ada fitur X-mode yang dapat mengkustomisasi level frame rate game dan clockspeed-nya.

Pengguna ROG Phone 3 pun akan lebih cepat mengakses internet karena Snapdragon 865+ dibekali teknologi modem X55 untuk internet berplatform 5G, yang meskipun saat ini di Indonesia belum diterapkan namun pastinya di masa mendatang pengguna ASUS ROG Phone 3 akan dipuaskan dengan cepatnya koneksi internet. Teknologi ini bisa mencapai kecepatan unduh 7,5 Gbps dan unggah 3 Gbps pada koneksi 5G. Gaming saja tenaga dan kecepatannya gak ngotak, apalagi kalau kamu cuma sekedar download video Youtube dan Streaming drama Korea di gawai mumpuni ini.

Internet cepat ROG Phone 3 juga didukung oleh Qualcomm FastConnect 6900 sehingga mampu meningkatkan bandwidth WiFi hingga 3,6 Gbps dengan latensi di bawah 3ms. Lancar banget kan ?

Yang teristimewa lagi, ASUS ROG Phone 3 adalah smartphone ultimate gaming pertama yang menggunakan prosesor Qualcomm Snapdragon 865 Plus 5G Mobile Platform. Dan kamu lah yang pertama kali akan mencicipi kencangnya Snapdragon 865+ di Phone ROG 3 ini.

Built for gamers

ASUS ROG Phone 3 benar-benar dibekali kemampuan di luar ponsel biasa, yang tentu saja bisa digunakan untuk aktivitas biasa saban hari. Selain akurasi warna tinggi dan hidup pada layar display serta mampu berlari kencang dalam waktu lama, ponsel gaming yang dirilis di Indonesia menjelang akhir September 2020 lalu ini memang diciptakan untuk kamu yang ingin berprestasi di jalur gaming, ataupun sekedar menikmati bermain game.

Apa saja itu ? Mari kita lihat detil-detilnya...

Ponsel Tetap Sejuk Meskipun Beraktivitas Non Stop

Mengapa ASUS ROG Phone 3 mampu berlari kencang dengan endurance yang stabil ? Ini karena adanya sistem pendingin GameCool 3 menggunakan ruang uap 3D yang menghindarkan ponsel mengalami heat atau panas berlebih. Ponsel kamu sering cepat panas bukan ? Karena saya juga mengalaminya. Dengan teknologi pendingin ini ponsel mengalami peningkatan efisiensi suhu hingga 14 persen.

Memory Besar, Multitasking Lancar

RAM hingga 12GB juga menunjukkan bahwa gawai yang sultan yang satu ini diniatkan untuk ber-game ria. Dengan RAM sebesar ini niscaya kamu bisa beralih dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya dengan lancar dengan delay yang diminimalisir.

Ultra Sensor AirTrigger 3, Kontrol Semudah Console

Pastinya, ASUS akan menghidupkan potensi dan kreativitasmu serta semangat berkompetisi dengan mencoba mengajak kamu merasakan dan menikmati setiap detil yang dihadirkan ROG Phone 3, merasakan suasana seolah hidup dalam game itu sendiri dengan fungsi kontrol yang semakin meningkat. Sensor yang mendeteksi gerakan dan sentuhan pada sistem kontrol AirTrigger 3 yang "horor" di ROG Phone 3 merupakan sensor sentuh ultrasonik yang intuitif sehingga memungkinkan kamu mengontrol gerakan hanya dengan memiringkan gawai #TheRealSultan ini seperti console.

Side Charging

Berbeda dengan kebanyakan ponsel gaming, ASUS ROG Phone 3 malah menyediakan port USB untuk charge baterai di samping. Posisi side charging ini membuat pengguna gadget lebih leluasa bereksperimen menggunakan ponselnya dalam posisi landscape tanpa terhalang kabel saat bermain sembari mengisi daya.

Sound Audio Jernih Menggelegar, Serasa Hidup Dalam Permainan

Selain tampilan warna yang memukau, suara di ASUS ROG Phone membunyikan hiruk pikuk yang sangat detil layaknya kamu sedang bertarung bersama teman se-genk melawan tim musuh dengan background yang serasa hidup karena didalamnya tersemat sistem audio GameFX yang menampilkan dua speaker stereo yang lebih besar dengan magnet yang lebih banyak dan menghadap depan. Canggihnya lagi, ada fitur Mode Game dengan algoritma audio yang memungkinkan kamu bisa mendeteksi lokasi pemain, mendengar suara langkah teman dan musuh, hingga gemerisik angin.

Sedetil itu ? Ya, sedetil itu, dan saya tidak bisa panjang lebar menguraikannya karena kopi di meja sudah habis sementara imajinasi saya mulai luluh lantak membayangkan spesifikasi tingkat dewa berikutnya dari gawai terbaru yang satu ini.

The Most Immersive Gaming Experience, Gaming Tanpa Batas Serasa Di Dunia Nyata

Memainkan game-game populer di ASUS ROG Phone 3 seperti menghilangkan batasan-batasan antara dunia nyata dengan dunia digital, karena ASUS menyertakan aksesoris-aksesoris unik nan lengkap untuk mendukung penggunanya melakukan aktivitas bermain game.

ASUS menyertakan gamepad ROG Kunai 3 plus ROG TwinView Dock 3 yang membuat kamu bakalan bermain layaknya menggunakan console gaming. Menariknya lagi ROG Phone 3 juga dilengkapi AeroActive Cooling 3, sebuah pendingin eksternal clip on sehingga berkontribusi menjaga suhu pada permukaan gawai hingga 4°C yang menyebabkan kamu bakalan tetap nyaman menggunakan hp melakukan apa saja.

Hampir lupa, kalau desain ROG Phone 3 ini selain elegan juga stylish banget. Kesan "anak gaming" terasa melekat dengan body chasing yang modis, apalagi bagian belakangnya ada logo ROG phone yang lengendaris itu. Semakin modis karena kini ASUS juga mempersenjatai body-nya dengan Lighting Armour Chase dimana pada bagian belakangnya ada logo ROG dengan tampilan mirip Anime Matrix. Keren kan ?

Jangankan mengalami euforia kemenangan, kalah pun tetap mengasyikkan. Tinggal kamu yang mengevaluasi, kekalahan tim kamu apakah karena "dalenann" perangkat yang tidak memuaskan, atau memang permainan tim kamu yang tidak ciamik. Melihat spesifikasi sultan di ROG Phone 3 yang diatas rata-rata kompetitornya, kayaknya tim kamu deh yang perlu banyak latihan.

Monster 6000mah battery

Satu lagi spesifikasi sultan di ROG Phone 3 ini adalah hadirnya baterai berkapasitas 6000mAH. Baterai tanam dengan kapasitas sebesar ini tetap dipertahankan seperti pendahulunya yang membuktikan daya sebesar ini lebih dari cukup untuk menyokong seluruh aktivitas kamu. Main game saja bisa tahan seharian, apalagi kalau cuma nonton streaming dan dengar musik non stop.

Pastinya buat saya yang sering ber-Zoom ria berjam-jam plus aktivitas pendampingan di masyarakat yang menjadikan ponsel sebagai senjata utama tidak perlu ragu dan khawatir harus mencari-cari colokan listrik di warung atau pura-pura bertandang ke kostan teman yang dekat dengan lokasi aktivitas.

Unggah Foto dan Video Gak Malu-Maluin

Bahwa ASUS menghadirkan perangkat mumpuni yang menyokong aktivitas harian dengan peningkatan pada spesifikasi untuk mendapatkan pengalaman bermain game yang imersif, dapat diartikan bahwa ROG Phone 3 bukan sekedar ponsel untuk gaming. Kamu juga punya keperluan lain dari sebuah hp bukan ? Pasti dong.

Penyematan triple kamera yang terdiri dari kamera sudut lebar (wide angle) utama Sony® IMX686 64 MP, kamera kedua ultrawide angle 13 MP, kamera makro, dan tak ketinggalan pula kamera depan 24 MP membuktikan bahwa ASUS juga peduli akan eksistensi kamu di mata orang-orang terdekat, lingkungan sekitar, bahkan teman media sosial yang ingin melihat foto-foto terbaik yang memperlihatkan keseharianmu. Fitur-fitur kamera dan video ini bisa juga kamu manfaatkan ketika melakukan game streaming atau live streaming di Facebook dengan kualitas video yang pastinya gak malu-maluin.

Ada yang unik di ROG Phone 3 ASUS ini, yaitu kamu bisa mengaktifkan pengaturan pada mode tertentu sesuai frame rate dari game yang dimainkan, semisal game-game yang frame rate-nya 60fps. Tidak semua game dengan frame rate segitu dapat dimainkan dengan lancar di ponsel, namun ASUS ROG Phone 3 masih mampu melakukannya.

Selain itu, keunikan lainnya yang bakal kamu temukan di gawai canggih yang satu ini adalah cara mengaktifkan game mode (X-mode) sesuai level frame rate masing-masing game, yaitu dengan diremas.

Oya, ngomong-ngomong soal streaming, kini ASUS ROG Phone 3 telah bermitra dengan Google Stadia dan Unity, yang merupakan database dan sistem cloud gaming sehingga para gamer dapat dengan mudah melakukan live streaming game-game terpopuler baik yang di bawah 144GHz maupun diatasnya secara interaktif dan terhubung dengan semua gamer di dunia.

Coba deh simak seperti apa istimewanya ASUS ROG Phone 3 di video berikut ini

Lalu, berapa harga rilis ASUS Phone ROG 3 ini ? Saat ini ROG Phone 3 tersedia dalam 2 varian, yaitu ROG Phone 3 (8GB/128GB) dan ROG Phone 3 (12GB/256GB. Kedua varian ini bisa didapatkan secara online di sejumlah e-commerce antara lain Blibli, Eraspace, JD.Id, Tokopedia, dan Shopee. Kamu juga bisa kunjungi offline store Erafone, Urban Republic, dan ROG Store-ASUS Exclusive Store yang tersebar di sejumlah Kota di Indonesia.

ASUS ROG Phone 3 (8GB/128GB) sendiri dilepas dengan kisaran harga Rp 9.999.000, sementara ROG Phone 3 (12GB/256GB) bisa kamu miliki dengan mahar Rp 14.999.000.

Bagi saya, harga sebanding dengan kualitasnya. Bagi yang tidak setiap saat memegang uang tunai seperti saya bisa mengambil beberapa opsi, misalnya menabung dulu sampai cukup dananya. Atau membayar secara cicilan. Bagaimana dengan kamu ?

Saya mulai berkhayal seolah-olah sedang menggenggam ROG Phone 3 sambil menatap nanar gelas kopi yang isinya tinggal ampasnya, tidak lagi memikirkan kekalahan EVOS tapi optimis dengan masa depan eSport Indonesia. Sesungging senyum saya lemparkan ke istri yang menatap saya heran, sambil bertanya, "Kamu sudah gajian ?".

Tiba-tiba saya mendapatkan notifikasi saat menekan tombol Rank untuk bertanding di akun Mobile Legends. "Anda telah diban dan mendapatkan pengurangan poin sebesar 8 poin karena perilaku AFK atau keluar dari permainan selama lebih dari 3 menit. Setiap perilaku yang merugikan tidak akan ditolerir dan Moonton senantiasa memberikan sanksi berat terhadap perilaku-perilaku tersebut".

Saya baru ingat, tadi malam hp kepanasan dan tiba-tiba saya keluar dari aplikasi saat pengisian baterai. Hm, bagaimana bisa berprestasi seperti ONIC eSport yang mengalahkan tim beken EVOS Legend kalau perilaku tidak sportif saja tidak bisa bisa dikalahkan...

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »