11 Cara Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Yang Efektif

April 14, 2019
Ulastopik.com- Meningkatkan minat baca di kalangan masyarakat dirasa penting karena minat baca masyarakat Indonesia tergolong rendah. Padahal dengan membaca banyak sekali pengetahuan dan wawasan yang bisa diperoleh. Ada sejumlah penyebab minat baca rendah dikalangan pelajar, mahasiswa dan kaum milenial. Lalu apa saja cara meningkatkan minat baca yang efektif ?

Apa itu membaca ? Ada banyak sekali definisi membaca.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), membaca adalah proses melihat dan mengerti isi dari media tulisan yang dibaca, bisa dilakukan dengan melisankan atau dapat dilakukan dalam hati. Sementara menurut Mr Juel (dalam karya Mr. Sandjaja, 2005), membaca adalah proses mengenali kata-kata dan memadukannya menjadi arti kata dan kalimat serta struktur baca. Sementara versi Mr.Fredick Mc Donald (1996), membaca adalah rangkaian respon-respon yang lengkap mencakup respon sikap, kognitif, dan manipulatif. Serta masih banyak lagi pengertian membaca oleh para ahli lainnya.

Cara Meningkatkan Minat Baca Pelajar dan Mahasiswa

Meningkatnya minat baca tidak terlepas dari apa bahan bacaan serta apa manfaat dari topik yang dibaca tersebut. Manfaat membaca banyak sekali. Dengan membaca manusia mengetahui serta mengerti huruf dan kata, mengerti arti dari kata, mengetahui rangkaian kata menjadi kalimat, memahami arti dari kalimat. Dan yang paling utama, orang bisa mendapatkan ilmu, pengetahuan, wawasan, serta bisa memberikan respon terhadap dinamika yang terjadi di sekelilingnya.

Penyebab Minat Baca Rendah Di Era Global

Ada banyak sekali media untuk memperoleh bahan bacaan. Buku, jurnal, majalah, koran, dan yang sangat milenium adalah e-book adalah diantaranya. Jenis-jenis bacaan juga sangat beragam. Mulai dari jurnal ilmiah, buku text book, komik, dan lainnya.

Namun berdasarkan data, minat baca warga Indonesia masih sangat rendah. Menurut UNESCO, tingkat literasi Indonesia sangat rendah karena berada di urutan 60 dari 61 negara yang disurvey sementara peringkat pertama adalah Finlandia. Itu artinya Indonesia berada di urutan terbawah di Asia Tenggara, karena Thailand sendiri berada di peringkat 59.

Cara Menumbuhkan Minat Baca Masyarakat
Data Minat Baca Indonesia

Rendahnya minat baca masyarakat Indonesia sendiri dipengaruhi oleh berbagai faktor. Beberapa masalah yang mendorong rendahnya keinginan untuk membaca antara lain yaitu :
  1. Produksi buku dan bahan bacaan rendah.
  2. Buku yang diminati berharga mahal.
  3. Desain buku dan bahan bacaan terkesan tidak menarik.
  4. Buku yang tersedia menggunakan bahasa yang sukar dimengerti.
  5. Kehadiran bahan bacaan lain yang lebih menghibur, misalnya komik.
  6. Pelajar, mahasiswa dan sebagian besar masyarakat Indonesia lebih memanfaatkan media sosial dibandingkan membaca buku.
  7. Kurang penekanan dan penjelasan dari orang tua maupun guru tentang pentingnya membaca buku.

Bagaimana Cara Meningkatkan Minat Baca

Adanya masalah-masalah tersebut menjadi tugas bagi Pemerintah selaku pembuat program dan kebijakan. Selain itu guru, dosen, perpustakaan sebagai lembaga baca, maupun orang tua juga seharusnya berperan aktif agar minat baca pelajar serta masyarakat tumbuh dan berkembang. 

Lalu seperti apa kiranya strategi untuk menumbuhkembangkan minat baca tersebut ? Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan.

1. Orang Tua dan Guru Mengambil Peran Memahamkan Siswa Giat Membaca

Menumbuhkan minat baca dimulai sejak dini, yaitu pada anak-anak. Anak-anak sekarang lebih menyukai media gawai daripada membuka buku. Oleh kareba itu peran orang tua adalah mutlak agar anak-anaknya rajin membaca. Orang tua bisa memilihkan bahan-bahan bacaan yang menarik yang memberikan wawasan dan pengetahuan.

Selain orang tua, guru juga mesti mengambil peran agar siswa di kelas lebih aktif dan berinisiatif mencari bahan bacaan. Caranya misalnya memberikan tugas mata pelajaran tertentu dengan menetapkan kriteria : bahan bacaan harus bersumber dari perpustakaan, bahan bacaan boleh diambil dari internet, bahan bacaan boleh mengambil dari majalah. Tapi saat di kelas, tugas dikumpulkan terlebih dahulu dan siswa diharuskan menjelaskan isi dari tugas tersebut. Ingat, kata menjelaskan adalah menceritakan isi, bukan menghafal kalimat demi kalimat. 

Bila siswa tidak mengerjakan tugasnya, maka guru bisa memberikan hukuman dengan cara memberi tugas baru dengan menetapkan tema bahan bacaan yang dipilih dan mempersilakan siswa mencari buku-buku yang sesuai dengan tema tersebut. 

2. Perpustakaan Lebih Inovatif Menyediakan Bahan Bacaan

Cara untuk meningkatkan minat baca berikutnya yaitu pada inovasi bahan bacaan itu sendiri. Kebanyakan perpustakaan menyediakan lebih banyak literatur ilmiah dan text-book tanpa memperhitungkan gejala atau dinamika kekinian. Siswa sekarang lebih menyukai komik daripada buku sejarah, padahal buku sejarah juga isinya menceritakan fakta. Karena itu perpustakaan sebaiknya juga menyediakan buku-buku bacaan ilmiah yang dikemas dengan menarik namun tetap mengedepankan unsur fakta dan pengetahuan. Misalnya buku-buku sejarah yang dibuat dalam bentuk komik.

3. Kerja Sama Pemerintah, Penulis, dan Publisher Membuat Buku Bacaan Yang Menarik Dan Edukatif

Selain mendorong peran orang tua, guru, dan perpustakaan, kerja sama antara pemerintah dengan penulis dan penerbit juga bisa mendorong meningkatnya minat baca masyarakat Indonesia.

Terlebih dahulu dilakukan survey minat berdasarkan kelompok umur, misalnya umur 4-7 tahun menyukai bacaan berisi gambar-gambar lucu, umur 8-12 tahun menyukai pelajaran ilmiah dengan desain cerita dan gambar ilustrasi yang menarik, umur 13-15 tahun lebih menyukai buku bacaan komik fiksi tapi menyisipkan unsur-unsur mata pelajaran, umur 17-18 tahun menyukai komik, umur 19-25 tahun lebih menyukai novel, usia 26-35 tahun lebih menyukai topik tips, umur 36 ke atas lebih menyukai topik berita dan artikel kesehatan.

Kira-kira seperti. Dengan mengklasifikasikannya, pemerintah bisa membuat kebijakan, dan penulis serta penerbit juga bisa membuat dan menerbitkan buku-buku yang sesuai klasifikasi umur.

4. Program Gemar Baca Di Lingkungan Pemerintah

Bukan cuma mendorong minat baca bagi pelajar saja yang perlu didorong, tapi juga minat baca di lingkungan pemerintah. Ini karena jajaran pemerintah lebih berkutat pada tupoksi kerjanya sehingga sangat jarang membaca buku. Oleh karena itu pemerintah perlu melakukan gerakan membaca di lingkungan pemerintah, misalnya hari jumat sore melakukan aktivitas membaca di perpustakaan kelurahan selama 1 jam, sebagai alternatif kegiatan pelatihan dan pengembangan.

Baca Juga : Manfaat Pelatihan dan Pengembangan.

5. Mengadakan Event Pameran Buku Murah

Bagi sebagian kalangan, harga buku cukup mempengaruhi daya beli meskipun punya minat baca tinggi. Bagi sebagian lagi akan melakukan apa saja agar buku yang diminatinya bisa dimiliki. Dengan melakukan pameran, siapa pun berkesempatan memiliki buku kesayangan. Pemerintah, pihak ketiga maupun pegiat literasi bisa terlibat di dalamnya dengan melakukan promosi serta membiayai penyelenggaraannya. 

6. Mengadakan Lomba Minat Baca Reguler

Sebenarnya lomba minat baca sudah sering dilakukan khususnya di era 90'an. Penulis (saya sendiri) pernah menjadi Juara 3 Lomba Minat Baca Perpustakaan Daerah tingkat pelajar Tahun 1991 di salah satu Propinsi di Pulau Sumatera. Umur saya waktu itu lebih kurang 11tahun, dengan topik mereview buku tentang Penemu-Penemu Dunia.

Saya tidak tahu apakah lomba itu sekarang masih ada. Kalau tidak ada, sangat disayangkan sekali karena lewat lomba minat baca para pelajar bisa berkompetisi melakukan review melalui buku-buku bacaan yang temanya telah ditentukan. Terlepas dari menjadi juara atau tidak, pelajar tahu apa yang dibacanya, dan tahu apa yang harus dilakukan setelah membacanya.

7. Membentuk Forum Dan Komunitas Literasi

Cara lain menumbuhkan minat baca adalah dengan membentuk komunitas baca dan forum pegiat literasi. Siapapun bisa bergabung didalamnya, mulai pelajar, mahasiswa, maupun penyuka buku. Pengurus menentukan agenda-agenda yang menarik, misalnya Pekan Baca dimana setiap Sabtu atau Minggu komunitas menyelenggarakan kegiatan baca bersama di daerah-daerah tertentu antara lain di Kelurahan atau di Balai Desa. Dengan kegiatan ini warga di sekitar lokasi kegiatan akan tertarik dan ikut bersama-sama membaca buku-buku yang dibawa oleh komunitas. 

8. Beri Penghargaan Pembaca Terbaik Reader Of The Month dan Reader Of The Year

Memberikan penghargaan adalah salah satu wujud apresiasi atas tindakan seseorang. Kegiatan memberikan penghargaan kepada pembaca terbaik dapat dilakukan sebagai bagian dari kompetisi.

Misalnya penerbit atau media cetak mengadakan event dengan memberikan target membaca 10 buku dalam 1 bulan, dimana peserta wajib mendokumentasikan cover buku dan menyampaikan pendapatnya tentang isi buku tersebut. Juara pertama adalah pembaca yan paling banyak membaca buku-buku yang telah ditentukan judulnya.

Misalnya pembaca A sanggup membaca 8 buku hingga selesai, pembaca B hanya 6 buku. Maka Pembaca A adalah juara pertama dan mendapatkan penghargaan Reader Of The Month dengan pernak-pernik hadiah. Para juara setiap bulan kemudian diadu lagi pada ajang Reader of The Year.

9. Program Penulis Terbaik

Salah satu unsur utama dalam kegiatan membaca adalah penulis. Ada begitu banyak penulis di Indonesia, namun tidak semuanya punya karya yang diterbitkan. 

Siapapun bisa menjadi penulis, tidak mesti harus ikut kursus menulis. Penulis sendiri harus punya literatur dan referensi sebelum menghasilkan karya. Itu artinya penulis yang bagus adalah yang punya kemampuan menulis yang baik, punya referensi yang terpercaya, dan bisa menarik minat pembaca untuk membaca karya-karyanya. 

Mengadakan program Penulis Terbaik, Penulis Berbakat, atau Penulis Terfavorit akan mendorong pembaca ingin tahu apa karya yang ditulis penulisnya. Program bisa diselenggarakan secara komersil, bisa juga secara non profit. Secara komersil artinya berorientasi pada jumlah buku yang dibeli, sementara secara non profit berorientasi pada jumlah pembacanya. 

Dan ada baiknya program ini melibatkan penilaian dari pembaca serta penilaian dari panelis/tim penilai. Tahu kan acara kompetisi menyanyi di sebuah TV nasional ? Nah kira-kira seperti itulah konsepnya. Pembaca yang benar-benar membaca akan memberikan penilaian secara objektif. Sementara pembaca yang sekedar membaca hanya akan memberikan komentar "bagus tulisannya, semoga jadi juara ya". Respon-respon seperti ini tidak membangun, hanya untuk memberikan kebesaran hati saja.

10. Bangun Gerakan Giat Membaca

Nah, membangun sebuah gerakan gemar membaca bisa jadi alternatif cara meningkatkan minat baca dan keingintahuan masyarakat tentang isi dari media baca. Secara legal, kegiatan ini sebaiknya dicanangkan oleh pemerintah melalui program baik program daerah maupun gerakan nasional. 

Panitia dalam gerakan ini dapat berasal dari latar belakang apa saja, baik dari tenaga pendidik, anggota DPRD, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu PKK di Kelurahan/Desa.

11. Undang Penulis Nasional Atau Tokoh Berpengaruh Dalam Sosialisasi Gerakan Membaca

Intinya, semua cara meningkatkan minat baca masyarakat ini hanya bisa dilakukan bila dilakukan sosialisasi. Baik itu sosialisasi buku-buku terekomendasi, sosialisasi penulis-penulis terfavorit, sosialisasi penerbit, maupun promosi buku oleh ibu tukang cuci yang dibiayai oleh sponsor tertentu. 

Salah satu inovasi yang bisa dilakukan untuk melakukan sosialisasi ini adalah dengan melakukan event gebyar buku dan mengundang tokoh nasional yang berkompeten dalam hal literasi. Misalnya Najwa Shihab. Atau bisa juga mengundang pemimpin daerah yang akrab dengan kaum milenial, misalnya Ridawan Kamil. 

Di event Gebyar Buku ini, panitia bisa mengadu tokoh-tokoh tersebut dengan pengunjung dengan cara diberi kesempatan membaca 1 buah buku. Misalnya Najwa Shihab dan Ridwan Kamil diadu kebolehannya dengan 8 peserta umum untuk menyampaikan opini terhadap buku yang menjadi target yang dimaksud. Dengan ide ini, masyarakat akan tergugah keingintahuannya tentang buku yang dijadikan bahan kompetisi tersebut. 

Kesimpulan : Meningkatkan Minat Baca Masyarakat Harus Dimulai Dari Pelajar

Nah, itulah 10 cara untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Intinya, minat baca hanya bisa tergugah bila dimulai dari sendiri dan atas kesadaran penuh bahwa setiap orang memang membutuhkan bahan bacaan, serta ketersediaan buku-buku yang didesain semenarik mungkin dengan mengedepankan edukasi. Menumbuhkan minat baca adalah tugas bersama, bukan tugas satu atau dua orang saja.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »