Traveling Penuh Warna Dan Tetap Produktif Bersama ASUS ZenBook UX331UAL

September 28, 2018
Apa yang dibutuhkan ketika kita sedang mengalami ketegangan, stres, atau ketidaknyamanan dalam menjalani aktivitas sehari-hari baik di kantor maupun di rumah ? Refreshing.  Dengan refreshing, pikiran kembali segar dan ketegangan berkurang. Traveling bisa menjadi salah satu alternatif refreshing. Tapi traveling itu harus tetap memberikan input dan berkontribusi terhadap produktifitas dimana laptop menjadi salah satu perangkat utama ketika harus tetap kreatif meskipun sedang berlibur. 

traveling jadi asyik dengan asus zenbookux331ual

Traveling Yang Berkualitas Itu Seperti Apa Sih ? 

Bagi sobat traveler tentu punya pandangan dan tujuan sendiri-sendiri bertraveling. Ada yang ingin sekedar berlibur, ada juga yang memanfaatkan traveling untuk menambah wawasan. Ada yang menjadikannya sebagian paket tambahan ketika sedang melakukan business trip atau perjalanan dinas dengan memanfaatkan kesempatan yang tersedia untuk mengabadikan momen-momen menyenangkan sebelum pulang kembali bertugas. Sebagian lagi memanfaatkan momen ini sebagai ajang untuk merenung dan memaknai hidup.

Tapi sebenarnya traveling itu lebih dari sekedar berlibur, menginap (entah di hotel atau penginapan), beli oleh-oleh, lalu pulang sambil menghitung biaya dengan kening berkerut. 

Lalu seperti apa sih traveling yang berkualitas itu ?

Traveling yang berkualitas itu adalah yang memberikan kesan mendalam, memberi warna tersendiri, memberikan edukasi, namun tetap produktif.



Lakukan Perencanaan 

Buat sobat yang suka jalan tapi waktu yang dipunyai cukup sempit (libur hanya tanggal merah, bahkan hari Minggu tetap harus standby di depan laptop) tentunya harus memanfaatkan kesempatan yang tersedia semaksimal mungkin sembari tetap produktif dengan merencanakan segala sesuatunya.

Beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain destinasi, budget plan, transportasi, peralatan dan perlengkapan pendukung, serta aplikasi gadget agar tetap terhubung.

Bagi sebagian traveler, destinasi tidak menjadi masalah yang penting bisa jalan-jalan. Tapi bagi saya, destinasi harus direncanakan. Tempat tujuan yang memberikan lebih dari sekedar pemandangan alam, tapi juga memberikan edukasi dan pengetahuan. Yang pasti, ketika melakukan searching atau tanya sana-sini dengan traveler di forum-forum traveling media sosial jangan lupa tanyakan "apakah di situ tersedia sambungan listrik". Bagaimana mau menyimpan dokumentasi lalu memindahkan ke laptop kalau tidak bisa mengisi baterai, apalagi seperti saya laptopnya harus tersambung dulu dengan listrik baru bisa dioperasikan.

Tentukan pula jenis transportasi yang akan digunakan menuju lokasi,  dan yang tersedia di lokasi menuju spot-spot yang direncanakan. Jangan sampai waktu habis percuma di lokasi menunggu. Selain mempengaruhi budget, juga mempengaruhi ketersediaan waktu padahal waktu cukup terbatas.

Budget menjadi hal penting yang harus dipertimbangkan. Tidak jarang orang malah stres sepulang dari jalan-jalan karena dana bulanan menipis, sementara tadinya traveling kan untuk mengurangi stres. Bagi sebagian traveler budget mungkin bisa diatasi, tapi bagi sebagian lainnya hal ini bisa jadi masalah.

Berbaur dan Berinteraksi

Ada banyak edukasi yang bisa didapatkan ketika berbaur dan berinteraksi di lokasi tujuan, baik dengan masyarakat lokal maupun dengan sesama traveler. Misalnya tentang aktivitas dan pekerjaan masyarakat di lokasi tersebut, kuliner khas, kebiasaan dan pantangan sesuai adat istiadat setempat, seni dan budaya termasuk histori nya. Bahkan kita juga bisa memperkenalkan destinasi wisata di tempat domisili kita kepada mereka.

Tidak jarang dengan berinteraksi seperti ini kita mendapatkan pengalaman-pengalaman baru, feedback bahkan income.

Abadikan Spot-Spot dan Momen Menarik Serta Berbagi

Apa jadinya berpergian tanpa dokumentasi ? Di era teknologi canggih sekarang ini, ketika seseorang punya ponsel berkamera resolusi tinggi bisa dicap tukang ngibul bila tidak bisa menunjukkan momen-momen bagus selama jalan-jalan berlibur. 

Sudah hal yang umum ketika para traveler mengabadikan momennya lalu berbagi melalui social share di Facebook, Twitter, Instagram dan lainnya.

Salah satu tujuan utama mengabadikan spot-spot dan momen-momen indah ini adalah memperkenalkan kepada anak-anak, keluarga, saudara dan siapapun bahwa dunia ini luas. Bahwa ada begitu banyak tempat indah, dengan kehidupan sosial yang dinamis, serta seni dan budaya yang unik. Dengan dokumentasi ini lokasi-lokasi yang tadinya tidak dikenal seolah-olah terisolir, bisa mendapat perhatian pemerintah setempat untuk menjadikan tempat itu semakin berpotensi meningkatkan PAD (Pendapatan Anggaran Daerah) lewat sektor pariwisata. Keluarga dan sahabat pun berkesempatan mengunjungi daerah tersebut. 

Tetap Terhubung

Karena kita sedang bepergian, tentunya sangat penting agar tetap terhubung baik dengan keluarga, tetangga, sahabat, hingga atasan di kantor agar semua informasi keluar maupun yang masuk tetap terupdate. Ini adalah salah satu tindakan antisipatif, sehingga bila terjadi kendala ada solusi yang didapatkan. Khususnya bagi sobat traveler yang juga punya pekerjaan kantoran, tentunya konektivitas ini harus diprioritaskan karena harus tetap bertanggungjawab terhadap profesionalismenya. 

Jaga Produktifitas

Tidak jarang orang yang bepergian ketika pulang harus berjibaku lagi menyelesaikan pekerjaan yang tertinggal. Selama melakukan traveling pikirannya malah ke pekerjaan. Bahkan ada juga yang mempercepat waktunya agar segera pulang. Nah, saya juga pernah mengalami hal demikian. Itu sebabnya saya harus membawa laptop meskipun sedang menikmati liburan atau bertraveling. 

Selain tetap produktif menyelesaikan pekerjaan, kita juga bisa produktif menghasilkan karya untuk hal-hal lainnya. Sebagian traveler ada yang menjadi travel blogger, pastinya harus tetap produktif dengan konten-kontennya. Dengan laptop kita bisa memanfaatkan waktu buat apa saja. 

Jadikan Suasana Traveling Semakin Berwarna dan Produktif Dengan ASUS Zenbook UX331UAL

laptop zenbook dari asus model ultrabook ux331ual

Terlepas dari prestasinya yang sudah mendapatkan 4.385 jenis penghargaan (hingga 2016), dan berdasarkan laporan IDC bahwa ASUS di Indonesia terus mengalami pertumbuhan teratas sejak 2013 dimana tahun 2017 pangsa pasar laptop meningkat hingga 2x lipat (mencapai 41,9 persen yang menjadikannya sebagai TOP Brand Award 2017 segmen laptop), saya memilih ASUS karena kualitas, teknologi dan daya tahannya.

ASUS cukup terkenal sebagai produsen perangkat berkualitas di dunia. Ada banyak model laptop besutan ASUS yang sangat dilirik, dan juga kompetitif. Siapa yang menyangkal kehebatan laptop-laptop jajaran ROG (Republic of Gaming), atau seri X yang terkenal ikonik dengan ketipisannya, atau model-model ultrabook yang ringan dan mudah dibawa keman saja.

Kebetulan banget, dari beberapa kali browsing di website ASUS dan toko online ada satu yang cukup menarik perhatian. Laptop ultra portable ini adalah ASUS Zenbook model UX331UAL.

Zenbook UX331UAL adalah keluarga baru ultrabook ASUS yang diperkenalkan melalui ajang CES pada awal tahun 2018, dan di Indonesia dirilis 24 Juli 2018. Wah, masih baru banget nih. Kalau dari berbagai sumber, ASUS Zenbook UX331UAL akan menjadi opsi menarik buat para traveler atau yang sering berpergian. Benarkah demikian ? OK, I'm Listening. Emang apa saja sih kelebihan dan keunggulannya ?

Jadi penasaran nih. Cocok banget sebagai #LaptopIdamanSobatTraveler.

Lebih Dekat Dengan ASUS Zenbook UX331UAL


Bagi sobat traveler, mungkin sudah tahu lah ya kualitas dan keunggulan notebook ASUS itu seperti apa. Nah, kali ini ASUS menawarkan sesuatu yang berbeda lewat ASUS Zenbook UX331UAL.

Ada banyak kelebihan yang dihadirkan Zenbook UX331UAL ini yang bila dicermati memang sangat menggiurkan. Mungkinkah #2018PakaiZenBook ?

Lebih Simpel Dibawa Kemana Saja Dengan Body Tipis dan Ringan


Sobat traveler mungkin sepakat dengan saya (dan memang harus sepakat kali yah, hehe), bahwa yang namanya berpergian itu jangan dibuat ribet. Gunakanlah perangkat yang mendukung fleksibelitas serta mobilitas.

ASUS Zenbook UX331UAL didesain dengan dimensi berukuran 310 x 216 x 13.9 mm (WxDxH). Sebentar, 13,9mm itu sekitar 1,39 cm. Tipis sekali ! Beratnya juga gak sampai 1 kg, tepatnya 985 gram.

Kalau dimasukin ke ransel, tasnya masih muat untuk perlengkapan lain, dan gak terlihat gembung seperti bawa barang belanjaan (saya setiap hari mengalami ini).

Body Ringkas Tapi Layar Terlihat Luas Dengan NanoEdge

Layar lebih luas yang tajam dengan NanoEdge pada Zenbook UX331UAL (ilustrasi : UlasTopik)
Apa yang membuat sesuatu jadi terlihat berbeda dengan yang lainnya ? Inovasi pada teknologi. ASUS punya kemampuan untuk melakukan revolusi dengan teknologi NanoEdge. Apa itu NanoEdge ? Sebuah teknologi a la ASUS yang membuat ukuran layar monitor terlihat lebih luas dibalik tubuh mungil 13,3 inci pada ZenbookUX331UAL dimana bingkainya terlihat lebih tipis.

Perbandingan screen-to-body layar UX331UAL mencapai hingga 80 persen, dengan menyertakan Full HD nan hidup lewat lebar 100% sRGB warna gamut dan kecerahan 300 nits. Apalagi teknologi wide view hingga 178° menyebabkan tidak terjadinya penurunan kualitas gambar walaupun dilihat dari berbagai sudut yang ekstrim. 

Lebih Tangguh Dengan Presisi Tinggi Dan Stylish 

Kenapa Zenbook UX331UAL terasa ringan ? Itu karena ASUS menciptakannya dengan material pilihan berupa magnesium alumunium alloy. Magnesium dan alumunium merupakan unsur-unsur logam dengan ion +2 (dalam rumus kimia dikenal dengan istilah kation), dan merupakan salah satu bahan yang cukup banyak digunakan untuk berbagai keperluan industri termasuk militer. 

Eh, ngomong-ngomong militer, meskipun desainnya terkesan lembut tapi ASUS Zenbook UX331UAL ini sudah lolos uji ketahanan berstandar military-grade MIL-STD 810G lho. Standar militer MIL-STD 810G adalah standar pengujian militer Amerika terhadap alat perang yang mereka buat, untuk menguji ketahanan perangkat agar tetap bisa digunakan dalam berbagai kondisi ekstrim, termasuk diantaranya ketahanan saat dijatuhkan dari ketinggian, tahan banting, tahan kondisi suhu panas dan dingin, dan kelembapan. Diketahui bahwa terdapat lebih dari 20 metode tes pada sertifikasi MIL-STD 810G ini dan dilakukan berkali-kali. Sebagai contoh, Zenbook UX331UAL dilakukan uji coba dengan metode 516,7 untuk mengetahui ketahanannya terhadap getaran bertekanan (shock), kemudian diperiksa apakah masih bisa dioperasikan atau tidak kemudian diuji lagi, demikian seterusnya.

Sebagai informasi, MIL-STD 810G ini punya tahap-tahap pengujian mulai dari panduan, uji laboratorium, hingga uji cuaca ekstrim untuk berbagai kondisi lingkungan. Antara lain pada kondisi tekanan rendah pada berbagai ketinggian, pada suhu paling rendah dan paling tinggi, pada daerah dengan kelembapan, jamur, paparan garam (salinitas), paparan debu dan pasir, getaran tembak hingga getaran acak.

Blogger dan penulis Raditya Dika mencoba menguji dengan cara menginjak serta melindas Zenbook UX331UAL apakah benar-benar punya ketahanan luar biasa terhadap tekanan dari benda berbobot hingga ratusan kg. Hasilnya, si mungil ini tetap bisa dioperasikan.

Dulu ASUS juga sudah pernah melakukan berbagai uji coba ketahanan terhadap produk laptopnya, dan terbukti tidak mengalami kerusakan serta tidak mengalami kelebihan panas selama 600 hari misi luar angkasa di Stasiun Luar Angkasa MIR (Rusia). Juga pernah diujicoba di Kutub Utara dan Selatan untuk proses dokumentasi pada ketinggian 16.000 kaki dengan suhu rendah. 

Dengan menyertakan military grade pada pengujian Zenbook UX331UAL membuktikan ASUS telah berada diatas standar pengujian dan sertifikasi kualitas yang umumnya dilakukan perusahaan-perusahaan terkemuka.

Video dari Raditya Dika berikut ini menunjukkan betapa solid dan tingginya presisi dari Zenbook UX331UAL.


Gimana, keren gak ?

Yang pasti, selain telah lolos sertifikasi ketahanan dengan uji militer, ZenBook ASUS UX331UAL seperti halnya laptop ASUS lainnya telah mengantongi berbagai sertifikasi kelayakan semisal sertifikasi uji keselamatan dan ramah lingkungan UL (Under Laboratory), sertifikasi pengawasan manufaktur dan kualitas dari BSMI (Boureau of Standards, Metrology, and Inspection), dan sertifikasi hemat energy rendah polusi dan ramah lingkungan dari Energy Star, serta banyak lagi sertifikasi pengujian lainnya yang merupakan standar ASUS sebelum merilis dan memproduksi produk-produknya.

Traveling dengan naik bus jadi gak perlu khawatir tertindih dengan barang-barang penumpang.

Baca Juga : 7 Website Traveling Terbaik

Tapi, gimana ya dengan performanya ? Soalnya laptop idaman saya itu ya, yang bisa membuka atau mengoperasikan dua atau lebih aplikasi pada saat yang bersamaan. Misalnya buka browser waktu blogging sambil ngedit gambar blog di Corel Draw atau Photoshop. Soalnya saya selalu bermasalah dengan yang ini (multitasking).

Lebih Produktif Di Segala Aktivitas Dengan Performa Mumpuni

ASUS Zenbook UX331UAL hadirkan performa tinggi
Zenbook UX331UAL membuat semakin produktif hasilkan karya desain meskipun sedang traveling (ilustrasi : UlasTopik)
Faktor-faktor utama penunjang produktifitas itu tidak jauh-jauh dengan yang namanya performa, kecepatan, multipower, dan daya tahan. Dalam laptop, aspek-aspek ini sangat tergantung dengan processornya. 

Wow, ini luar biasa ! Zenbook UX331UAL sudah disematkan dapur pacu bertenaga Core i5 8th Generation (Coffe Lake) dengan model processor Intel® Core™ i5-8250U Processor, 6M Cache berkecepatan hingga 3.40 GHz. Processor Intel Generasi Kedelapan sejauh ini merupakan processor yang terkenal tangguh, cukup canggih dan menjanjikan performa tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

hasil test pcmark10 untuk core pada zenbook UX331UAL
Uji Performa Produktivitas ASUS Zenbook UX331UAL (dari berbagai sumber)
Meskipun bukan menyasar sebagai perangkat gaming, tapi dengan memory cache 6M dan clock speed hingga 3,40 GHz bahkan 4 GHz bila diperlukan serta dengan pengaturan resolusi menyebabkan ASUS cukup baik menjalankan sejumlah game.

benchmark performa single core dan multi core Zenbook 331UAL
Performa Single Core dan Multi Core Processor pada ASUS Zenbook UX331UAL (dari berbagai sumber)
Responnya juga cukup cepat sehingga tidak perlu berlama-lama menunggu loadingnya. Apalagi dengan RAM 8GB LPDDR3 2133MHz SDRAM, jelas Zenbook UX331UAL menghadirkan kecepatan yang bukan biasa-biasa.

hasil uji kemampuan processor pada Zenbook UX331UAL
Performa CPU pada Zenbook ASUS UX331UAL (dari berbagai sumber)
Selain itu, untuk grafisnya menggunakan Intel UHD (Integrated Graphics Unit) 620, yang ketika ditandemkan dengan processor generasi kedelapan (Coffe Lake), kualitas grafisnya cukup andal untuk menjalankan gaming sekelas DOTA 2, FIFA 18, GTA V, atau World Of Warship. 

hasil test kemampuan grafis Zenbook UX331UAL
Kemampuan Grafis Zenbook UX331UAL (dari berbagai sumber)
Dari sejumlah pengujian, Zenbook UX331UAL cukup tangguh menjalankan banyak aplikasi yang menunjang produktifitas untuk menyelesaikan pekerjaan seperti Office, hingga konten digital. Bahkan pengoperasiannya cukup baik saat dijalankan bersamaan.


Eh, tapi kalau editing dan mengetik gimana ya ?

Lebih Nyaman Mengetik Dengan Keyboard Berdesain Kokoh


Mengetik tidak bisa dipisahkan dari editing, khususnya dalam membuat konten teks. Dengan desain yang kokoh, tuts keyboard dirancang dengan akurasi maksimum dan cukup besat dengan jarak antar tuts cuma 1,4mm. Dengan jarak demikian bisa meminimalisir kesalahan pengetikan. Selain itu, touchpad-nya punya presisi yang dirancang dengan penutup kaca untuk menunjang kontrol yang mulus serta kenyamanan dan akurasi maksimum saat berlama-lama di depan laptop. Apalagi didukung pula dengan teknologi palm-rejection serta gerakan multi jari dan tulisan tangan. 

Wuih, keren banget ya si mungil nan tipis ini. Mengetik jadi leluasa, dan kalau lagi malas atau kecapaian ngetik bisa pakai tulisan tangan di touchpad-nya. Yang lebih keren, keyboard sudah dilengkapi dengan backlit, sehingga pengguna bisa mengetik meskipun dalam kondisi cuaca minim atau gelap.

Lebih Cepat Standby dan Lebih Aman Dengan Sidik Jari

ASUS Zenbook UX331UAL Windows 10
Lebih aman dengan sidik jari dan Windows Hello di Zenbook UX331UAL (ilustrasi : UlasTopik)
Bagaimana agar sebuah laptop memberikan pengalaman terbaik soal kemudahan, kecepatan, dan fleksibelitas pengoperasian ? Sistem operasi solusinya. Selain processor, OS Windows 10 menghadirkan fleksibelitas dan kecepatan yang diidamkan oleh pengguna laptop.

Lewat fitur Modern Standby, sobat traveler akan lebih siap berpergian kemanapun dengan instant on dan instant off yang gampang tanpa harus lama-lama menunggu loading laptop "terbangun dari tidurnya" seperti halnya ketika menggunakan ponsel pintar.

Ada juga fitur Windows Cortana, yang seolah-olah menjadi asisten digital pribadi buat para sobat traveler yang tinggi mobilitasnya.

Apa yang membuat seorang traveler bisa merasa lebih aman saat meninggalkan sejenak laptopnya  ? Ya, sebuah sistem tapi memberikan keamanan maksimal tapi cepat dalam akses.

ASUS Zenbook UX331UAL memberikan dukungan personalisasi yang maksimal lewat sistem sensor dari OS Windows 10 besutan Microsoft, namanya Windows Hello. Dengan fitur finger print sensor ini, sobat traveler bisa langsung masuk atau login ke laptop hanya lewat wajah, iris, atau jari tanpa perlu pusing mengingat-ingat password. Dengan demikian, ketika penggunanya mengaktifkan fitur ini maka orang lain tidak dapat mengintip atau bahkan 'mencuri' isi dalam laptop.

Suara Lebih Nyata Dan Jernih Lewat SonicMaster dan Harman/Kardon

teknologi sonic master dan harman kardon
Audio dan amplify yang berkualitas dengan SonicMaster dan Harman/Kardon (ilustrasi : UlasTopik)
Apakah traveler hanya jalan-jalan saja ? Tentu tidak. Ada kalanya seorang traveler ingin menikmati suasana yang berbeda. Misalnya ketika sampai di penginapan dan ingin melihat hasil rekaman video smartphone di laptop, atau sekedar santai mendengar musik. Atau bisa juga ketika ingin mencari inspirasi quote lewat scene-scene di film favorit.

Tim Golden Ear ASUS telah menyematkan teknologi SonicMaster versi terbaru dan memadukannya dengan hardware (termasuk teknologi terbaru low distortion dan smart amplifier yang meningkatkan volume hingga 3,5 kali) lewat sistem audio tersertifikasi Harman/Kordon yang menyebabkan sobat traveler serasa berada di dalam scene tersebut karena kejernihan dan ketajaman audionya.

Baterai On Lebih Lama dan Lebih Awet

baterai ASUS zenbook ux331ual lebih tahan lama
Baterai Zenbook UX331UAL lebih hemat dan lama (ilustrasi : UlasTopik)
Bisa beraktivitas selama yang diinginkan dengan laptop yang hemat baterai sudah pasti menjadi keinginan semua pengguna, termasuk para traveler. Saat bepergian di dalam bus untuk mengusir kebosanan sobat biasanya menghabiskan waktu dengan membuka laptop. Entah untuk baca berita, atau main game offline seperti Solitaire, dan mungkin juga nonton video hasil download. Nah, ketika baterai mulai terkuras rasa kuatir muncul tanpa ijin, takut sampai di lokasi tidak ada sumber listriknya.

ASUS Zenbook UX331UAL menghadirkan keunggulan dalam hal daya tahan baterai dan menepis kekhawatiran sobat traveler. Dengan baterai lithium polymer 50Wh membuat pengoperasian laptop bisa tahan sampai 15 jam ! Luar biasa. Yang lebih canggih, meskipun sudah diisi ratusan kali masa pakai baterai malah bisa 3 kali lebih tahan daripada baterai standar.

Terhubung Jadi Lebih Mudah Dengan Mobilitas Tanpa Batas


ASUS telah menyematkan berbagai hardware yang mempermudah pengguna Zenbook UX331UAL terhubung dengan berbagai perangkat. Terkoneksi dan transfer data 10x lebih cepat dari port USB 2.0. Selain menyediakan port USB-C, si mungil yang dahsyat ini juga disematkan port USB 3.1 Generasi 1 Tipe A dan port HDMI, serta card reader MicroSD yang membuat siapapun bisa dengan perangkat lain.

Bukan hanya cepat dalam hal koneksi dengan perangkat atau transfer file saja, Zenbook UX331UAL mendukung mobilitas tanpa batas lewat teknologi Wi-Fi Master yang membuat sobat traveler lebih cepat terkoneksi dengan Wi-Fi meskipun berada pada jarak yang lebih jauh.

Sobat bisa menikmati streaming video Youtube hingga jarak lebih dari 300m, atau pada jarak 225m meskipun cuma menggunakan perangkat USB 3 yang mengalami interferensi nirkabel dengan ASUS Wi-Fi Master versi WiFi 802.11ac dual-band 6-bit. Ini 65 meter lebih jauh daripada perangkat yang tidak menggunakan Wi-Fi Master. Bahkan kinerja Wi-Fi jadi 3x lebih cepat bila multi device dengan kemampuan MU-MIMO.

Hm, pasti traveling saya bakalan semakin berwarna, apalagi internetan di laptop bisa dinikmati sambil minum air kelapa muda di warung pinggir pantai sebelah penginapan, gak mesti di ruang wifi.

Baca Juga :


Manfaatkan Momen Berpergian Untuk Membuka Cakrawala Pengetahuan 

Setiap tempat punya dinamika sendiri-sendiri. Punya karakter sosial yang berbeda, dengan menu kuliner khas yang tidak sama, serta tentunya nuansa tersendiri. Kita bisa semakin kaya akan khasanah budaya Indonesia.


Lewat traveling, kita makin paham bahwa Indonesia itu warr biasah. Dengan perbedaan yang ada, sudah seharusnya kita bersyukur dengan para pendiri bangsa betapa tidak mudahnya merdeka dari keterjajahan oleh pikiran kita sendiri, yang selama ini (mungkin) sering membuat kita memegahkan diri.  

Berbagi adalah cara terbaik memperkenalkan pelosok-pelosok Indonesia. Bukan mau viral, tapi selama berinteraksi ketika berkunjung ke tempat-tempat lain, saya merasakan bahwa mereka juga ingin dikenal oleh orang lain dan diperhatikan. Bahwa mereka punya 'sesuatu' yang ingin dunia tahu, dan mereka juga punya cara tersendiri untuk menyambut tamu. Semua orang butuh perhatian dengan caranya masing-masing, dan memberikan kesan terindah dengan gayanya sendiri-sendiri

Lewat ASUS Zenbook UX331UAL traveling sobat semua kan akan jadi lebih lebih berwarna, penuh kesan, menginspirasi orang lain, namun tetap produktif.

So, buat sobat traveler yang punya kegelisahan akan sebuah laptop idaman,  yuk jadikan traveling jadi aktivitas yang menghibur, berkesan, tapi tetap produktif bersama ASUS Zenbook UX331UAL. 

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »