Tawarkan Solusi Masalah Sampah, Pemuda Ini Jadi Duta Bengkulu

Juni 25, 2019
Masalah sampah plastik terus menjadi momok masalah sampah di Indonesia terkhusus di Propinsi Bengkulu. Namun karena kerap mengikuti kegiatan Program KOTAKU, seorang pemuda Kelurahan Sumber Jaya jadi duta pemuda Propinsi Bengkulu ke tingkat Nasional. Apa hubungannya dengan masalah sampah ?


Masalah Sampah Dan Sampah Plastik Di Indonesia

Masalah sampah di Indonesia memang cukup miris. Khususnya sampah plastik bila tidak diatasi akan menimbulkan banyak dampak. Saat ini sampah plastik bukan hanya ditemukan di sekitar pekarangan, saluran drainase, maupun jalan saja. Tumpukan maupun serakan sampah plastik juga ditemukan di sungai maupun di laut.

Seekor paus Sperma (Physeter macrocephalus) ditemukan sudah jadi bangkai di perairan Pulau Kapota (Wakatobi, Sulawesi Tenggara) dimana didalam perutnya ditemukan lebih kurang 6kg sampah plastik. Seorang turis memviralkan kondisi pantai Nusa Penida Bali yang ramai akan sampah plastik. Konservasi mangrove Muara Angke, Jakarta tercemar karena "kedatangan" lebih 50kg sampah plastik. Itu hanya beberapa dari sekian dampak sampah plastik di Indonesia.

Masalah sampah di Bengkulu sendiri sangat mengkhawatirkan. Saat bencana banjir di Bengkulu tahun ini (2019) terlihat jelas sampah plastik mengambang di mana-mana, dan ketika air surut sampah plastik berserakan. Kejadian serupa juga pernah terjadi di 2017 dan 2018 saat kawasan Sumber Jaya Kota Bengkulu mengalami pasang rob dan sampah plastik seketika jadi ramai.

penyebab dan cara mengatasi masalah sampah plastik


Apa Penyebab Masalah Sampah Plastik

Indonesia darurat sampah. Menurut data Asosiasi Industri Plastik Indonesia (INAPLAS) serta BPS (Badan Pusat Statistik) per tahun 2018 jumlah sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun. 3,2 juta diantaranya adalah sampah plastik yang dibuang ke laut. Indonesia pun menuai "prestasi" penyumbang sampah plastik nomor 2 di dunia.

"Masalah sampah plastik ini menimbulkan dampak yang luar biasa. Selain mengganggu habitat laut juga menimbulkan kekumuhan dan berdampak jangka panjang."kata Putra, Ketua Karang Taruna Kelurahan Sumber Jaya, Kota Bengkulu.

Sebagai informasi, sampah plastik yang masuk ke laut dapat terbelah menjadi partikel-partikel kecil yang sering disebut microplastics dengan ukuran 0,3 – 5 milimeter. Microplastics ini sangat mudah dikonsumsi oleh hewan-hewan laut namun tidak bisa dicerna.

Ada berbagai penyebab masalah sampah maupun masalah sampah plastik ini. Mulai dari ketersediaan sarana dan prasarana sampah yang belum memadai di beberapa daerah hingga pengelolaan persampahan yang belum sesuai standar teknis dari rumah ke TPS dan dari TPS ke TPA. Namun perilaku manusia disinyalir menjadi penyebab utama masalah sampah di Indonesia.

Solusi Alternatif Masalah Sampah Plastik : Kurangi Volume Limbah Plastiknya

Untuk menekan jumlah limbah plastik di Indonesia, tahun 2018 lalu telah dicanangkan program "Menghadap Ke Laut" oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti. Tujuannya adalah agar Indonesia bisa mengurangi limbah plastik hingga 70 persen di tahun 2025.

Sebelum gerakan tersebut, pemerintah juga pernah mencanangkan gerakan 3R di sekolah. Gerakan ini sebenarnya cukup efektif, hanya saja belum dapat memperbaiki perilaku masyarakat khususnya di sekitar pesisir.

Masalah sosial sampah juga menjadi pokok pembahasan baik di instansi daerah maupun di komunitas masyarakat. Tak kurang Perda No 2 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Sampah dengan memberlakukan OTT (Operasi Tangkap Tangan) diterapkan di berbagai kelurahan. Namun misi ini belum optimal karena tidak didukung oleh sarana dan prasarana sampah yang memadai.

Putra mengkhawatirkan keadaan ini, terlebih tempat tinggalnya di kawasan RW 002 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu Kota Bengkulu sangat dekat dengan sungai dan laut.

"Perilaku buang sampah ke sungai atau laut ini sudah lama ada. Maklum warga di sini umumnya berpenghasilan rendah, pendidikan gak tinggi-tinggi amat, apalagi lingkungan tergolong kumuh. Tempat sampah nyaris tidak ada." kata mantan karyawan di sebuah perusahaan retail terbesar di Indonesia cabang Bengkulu ini.

"Menurut saya solusi mengatasi permasalahan sampah plastik ini salah satunya yaitu mengurangi volume sampah plastiknya. Caranya ? Kita manfaatkan sampah plastiknya untuk dijadikan komoditas baru. Bisa berupa handcraft, bisa juga untuk kebutuhan-kebutuhan di rumah." katanya saat berdiskusi dengan penulis dalam gelaran Sosialisasi Massal Program KOTAKU Kelurahan Sumber Jaya beberapa waktu lalu.

Baca Juga : Program KOTAKU Dorong Pola Hidup Bersih dan Sehat.

Belajar Dari Program KOTAKU Usung Misi Pepelingasih Road To School Atasi Masalah Sampah

Sejak Program KOTAKU eksis di tahun 2016 dan puncaknya tahun 2018 lalu, pemuda 28 tahun ini mulai rajin mengamati aktivitas pemberdayaan di Kelurahannya. Terlebih Program KOTAKU menawarkan pengetahuan tentang indikator-indikator kumuh yang diantaranya adalah tentang persampahan.

duta pepelingasi bengkulu
Suhendra Saputra, Duta Pepelingasi Bengkulu Ajak Pemuda Atasi Masalah Sampah Plastik

"Saya pikir dulunya program KOTAKU ini cuma menyelesaikan persoalan drainase dan akses jalan. Ternyata juga intens memperhatikan persoalan sampah."kata lajang berkulit hitam manis ini. Sejak adanya Program KOTAKU, kelompok pemuda dan Karang Taruna sering dilibatkan dalam berbagai kegiatan masyarakat. Mulai dari rembug hingga eksekusi.

"Pihak LKM Maju Jaya dan Pemerintah Kelurahan sering mengundang pertemuan, sosialisasi. Khususnya untuk mengatasi masalah persoalan sampah ini Karang Taruna sering meminta pendapat dan solusi juga. Kami juga belajar banyak tentang 3R. Apalagi sejak ada aturan bersama pengelolaan persampahan dan penyediaan kontainer sampah, serta motor sampah dari Program KOTAKU untuk Kelurahan Sumber Jaya tahun 2018 lalu pemuda dan remaja di sini jadi paham tentang prinsip Reduce, Re-use, Recycle"kata pemuda bernama lengkap Suhendra Saputra.

Saat ini Putra didapuk sebagai tim Duta Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih (Pepelingasih) Kementerian Pemuda Olahraga Dispora Propinsi Bengkulu yang terdiri atas 3 orang dimana Putra sebagai leadernya. Putra juga termasuk dalam tim Pepelingasih Road To School yang dibentuk oleh alumni Pepelingasih.

Dalam kontestasi yang diadakan Dispora Propinsi Bengkulu tahun 2019 ini Putra sebagai duta Kota Bengkulu memenangkan hati dewan juri lewat presentasinya mengungguli utusan dari kabupaten lainnya di Propinsi Bengkulu. Apa bahan presentasinya, dan apa solusi yang ditawarkannya sehingga dia menjuarai "laga kreatif" di tingkat Propinsi ?

"Saya menguraikan tentang bagaimana pengelolaan persampahan oleh Kelurahan dan BUMKel (Badan Usaha Milik Kelurahan) yang difasilitasi bersama tim pendamping Program KOTAKU di Kelurahan Sumber Jaya dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat, serta bagaimana pemuda dan remaja Sumber Jaya terlibat dalam berbagai kegiatan dan kreatifitas oleh berbagai lembaga khususnya yang intens terhadap masalah persampahan. Bahan presentasi saya adalah sampah plastik berupa botol minuman berbahan plastik" lanjut pria kelahiran Kota Bengkulu ini.

Menurutnya berbagai program termasuk Program KOTAKU sudah memperhatikan masyarakat marginal untuk membantu mengurangi berbagai masalah, mulai dari masalah akses permukiman, sanitasi, hingga persampahan.Tentu saja ini harus direspon dengan baik dengan cara memanfaatkan pembangunan lewat aktivitas yang kreatif. Misalnya bagaimana mengurangi masalah sampah.

Memecahkan Masalah Tentang Sampah Plastik Di Sekolah

"Saya miris dengan kondisi lingkungan saya yang kumuh. Apalagi sampah-sampah plastik banyak bertebaran. Tapi banyak program pembangunan di sini. Mulai dari penataan kawasan dermaga jadi kawasan wisata, hingga penyediaan motor sampah dan kontainer sampah 3R dari KOTAKU. Saya sebagai pemuda sini merasa harus turut andil untuk mensukseskan pembangunan dengan cara kami."kata pemuda yang pernah memenangi Karnaval Etnik Propinsi Bengkulu 2014 lalu ini.

Sebagai duta Pepelingasih Propinsi Bengkulu, pemuda yang pernah didapuk dalam Tim Kesenian Kota Bengkulu ke Pekalongan 2011 ini punya visi yang patut diapresiasi. Selain tentunya mengajak dan menularkan pemuda Bengkulu untuk kreatif, juga menawarkan solusi alternatif mengatasi permasalahan sampah yaitu konsep ekobrik. Terlebih lagi Bengkulu akan menggelar Wonderful Bengkulu 2020 yang pastinya menuntut berbagai perubahan wajah di berbagai sektor khususnya permukiman dan wisata.

"Kami menawarkan konsep ekobrik. Ekobrik ini sudah dilakukan oleh berbagai relawan. Tapi kami akan lebih mengembangkannya di sekolah-sekolah. Setelah dari Bogor awal Juli nanti untuk pelatihan, saya dan teman-teman di sini (Sumber Jaya) membawa misi gerakan mengurangi sampah Pepelingasih Road To School lebih dalam lagi. Kita akan selenggarakan pelatihan di sekolah-sekolah. Jadi kesadaran pola hidup bersih dan sehat akan tertanam dalam diri anak sekolah dan mereka juga bisa menghasilkan uang dari mengelola sampah plastik." jelasnya lagi.

Dukung Putra Jadi Duta Pepelingasih, Dukung Bengkulu Kurangi Masalah Sampah Plastik

Putra bersama Tim Pepelingasih Propinsi Bengkulu akan kembali mempresentasikan pola pengelolaan persampahan BUMKel Sumber Jaya yang aturan bersamanya difasilitasi tim pendamping Program KOTAKU sebagai bagian dari misi Pepelingasih Road To School yang mereka usung.

pola hidup bersih dan sehat atasi sampah plastik
Beberapa aksi bersih Karang Taruna yang dikomandoi Putra di sejumlah kawasan Sumber Jaya

Program Pepelingasih atau Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih sendiri merupakan program besutan Kementrian Pemuda dan Olahraga dibawah arahah Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda.

Namun tentu saja misi ini butuh dukungan, baik dukungan moril maupun finansial. Khususnya untuk bahan pastinya butuh modal. Target awal mereka adalah memberikan pelatihan dan menerapkannya di sekolah sekitar Sumber Jaya.

"Saya banyak bertukar pikiran dengan Ibu Suzanna Erdawati (Kepala Kelurahan Sumber Jaya) dan Ibu Rismayani (Koordinator LKM Maju Jaya). Mereka sangat mendukung Karang Taruna, remaja dan pemuda di sini. Keduanya full suppot ketika saya menghadapi berbagai kompetitor dari Kabupaten lain. Saya juga berharap ada dukungan dari semua kalangan di Kota Bengkulu, baik Pemerintah Kota maupun masyarakat" kata Putra lagi.

Putra bersama Karang Taruna Kelurahan Sumber Jaya dan Tim Pepelingasih Propinsi Bengkulu mengajak seluruh masyarakat Kota Bengkulu dan segenap warga Propinsi Bengkulu untuk mulai menggalakkan pola hidup bersih dan sehat, membuang sampah pada tempatnya, rutin melakukan kebersihan lingkungan (sanitasi), serta menggalakkan kembali budaya gotong royong.

Profil Suhendra Saputra, Duta Pepelingasi Propinsi Bengkulu

cara mengatasi sampah plastik di indonesia
Putra dan Karang Taruna terlibat aktif dalam kegiatan pemuda mengurangi sampah plastik


Nama :Suhendra Saputra
Lahir : Bengkulu, 12 Juni 1991
Domisili : Gg. Albarokah 2 RT 24 RW 02 Kelurahan Sumber Jaya, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu
Pengalaman Organisasi : OSIS (2008-2010), RISMA (2006-2019), Pemuda Pesisir (2010-2014), Karang Taruna Kampung Sejahtera (2013-2017), Karang Taruna Kelurahan Sumber Jaya (2017-2018), Duta HIV (2014), Panitia Pengawas Pemilihan Umum (2014, 2019).

Prestasi :

  • Juara koreografi tari terbaik Kota Bengkulu 2011.
  • Tim kesenian Kota bengkulu (JKPI) di pekalongan 2011.
  • Tim kesenian Provinsi Bengkulu mewakili Indonesia di NANNING, GUANGXI-CINA 2012.
  • Launcing Calender of Event Bumi Raflesia di Kementerian Pariwisata 2012.
  • Tim Kesenian Bengkulu pada "Kemilau Sumatra & Pekan Pesona Budaya Jambi 2012.
  • Juara 1 Tari Zapin Raflesia Kota bengkulu 2012.
  • Juara Harapan 3 Duta HIV/AIDS 2013.
  • Juara 3 Putra Putri Kartini 2014.
  • Juara 1 Karnaval Etnik Provinsi Bengkulu 2014.
  • Juara 3 Etnik Karnaval Provinsi Bengkulu 2018.
  • Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih Kota Bengkulu (2019).
  • Duta Pemuda Peduli Lingkungan Asri dan Bersih Propinsi Bengkulu (2019).

Selama beberapa tahun terakhir sejumlah komunitas baik pemuda pemudi Karang Taruna, remaja masjid (RISMA) maupun relawan mangrove sering dilibatkan oleh Pemerintah Kelurahan dalam berbagai program dan kegiatan di Sumber Jaya. Hal ini patut diapresiasi dan terus didukung. Terlebih lagi dalam mengatasi masalah sampah plastik di Bengkulu dan di Indonesia sangat memerlukan partisipasi semua pihak.

Share this

Related Posts

Latest
Previous
Next Post »