Tulisan Itu Akan Menemukan Keberuntungannya Bersama Laptop Asus ZenBook 13/14/15

April 14, 2019
Cukup lama saya melamun. Pandangan mata selalu beralih antara laptop dan kertas di meja, ke TV, lalu ke dinding kemudian kembali lagi ke laptop dan kertas. Demikian berulang-ulang, dan dijeda oleh kopi hangat buatan istri untuk merefresh ingatan. Beginilah kalau lagi niat banget menulis, seringkali buntu pada untaian kata dan kalimat yang tepat agar tulisan menarik dibaca. Tapi kalau mood tidak hadir, puluhan kosa kata dan kalimat mengalir begitu saja. Sayangnya cuma sebatas di kepala.

Istri saya memandang lucu kelakuan itu. "Kenapa sih linglung begitu ? Kayak kena hipnotis. Biasanya bawel. Atau jangan-jangan...kamu ada yang lain ? Secara tadi kan kamu jalan-jalan setengah seharian." dia bertanya sambil meledek. Muka saya langsung merengut dan dia cekikikan. Dia paling tahu cara meledek saya, yang biasanya nyerocos saban di rumah. "Tumben kopi buatanmu enak malam ini" pujiku. Tapi ada muatan didalamnya : berhentilah meledek, saya sedang konsentrasi. Doi paling senang dipuji. Kalau sudah dipuji, dia bakalan senyum-senyum sendiri sambil bercengkerama dengan ponselnya.

Tepat dugaan saya. Dia senyum sumringah sambil meneruskan bersosmed. Saya kembali konsentrasi mencari ide tulisan sambil browsing di internet. Untungnya ada koneksi WiFi di rumah ini, sehingga bisa dengan bebas beronline ria. Sejak setahun terakhir saya mulai kembali menulis setelah belasan tahun saya tinggalkan.

Ada perbedaan saat saya menulis dulu dibandingkan sekarang. Jika dulu apa yang saya lihat langsung saya catat, menelaahnya, lalu mengetikkan kalimat yang mengalir begitu saja dan hasilnya ditempel, semua dalam 2 jam. Tapi entahlah, sejak meninggalkan dunia tulis menulis belasan tahun lalu seperti ada yang hilang dari saya. Membuat tulisan di blog sendiri, media sendiri, yang seharusnya suka-suka saya mau nulis apa saja sepertinya kaku. Ide malah mandeg bila sudah di depan laptop. Di blog ulastopik.com ini artikelnya tidak sampai tiga puluh biji, padahal umurnya sudah setahun. Saya seperti tergugu dengan tujuan.

Saya kembali merekam ulang momen-momen yang dijalani seharian ini.

Antara Tujuan dan Passion Menulis

Apa sebenarnya tujuan menulis ? Menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia), menulis adalah kegiatan melahirkan pikiran, perasaan dengan tulisan. Ada banyak tujuan menulis, antara lain untuk memberitakan, menceritakan, mempengaruhi, mendeskripsikan, meyakinkan sesuatu kepada orang lain. Berdasarkan kepentingan penulisnya, menulis bisa untuk tujuan penugasan (memenuhi tugas yang diberikan), estetika (lebih mendekati kesusastraan), penerangan (menyampaikan informasi), pernyataan diri (biografi dan sejenisnya), maupun konsumtif.

"Rajinlah menulis. Tentukan tujuan kamu menulis. Menulislah dengan passion. Suatu saat tulisan-tulisan itu akan menemukan keberuntungannya."

Quote dari Katerina, travel writer yang menjadi narasumber saat ASUS Zenbook Blogger Gathering dimana saya adalah salah satu pesertanya inilah yang menghantui pikiran sedari pulang dari acara, yang membuat kelakuan saya dicurigai doi.


ASUS Zenbook UX333/UX433/533 Terbaru
Duet travel writer dan Youtuber, Katerina dan Anjas Maradita memberikan banyak informasi dan tips seputar konten

Ya, Sabtu 6 April 2019 Kota Bengkulu jadi salah satu agenda Katerina S bersama ASUS Indonesia setelah sebelumnya di Batam melakukan event serupa. Bercengkarama bersama lebih 30an blogger se-Bengkulu yang difasilitasi ASUS Indonesia di Grage Resto Horizon Hotel ini adalah sesuatu yang istimewa buat saya (mengingat saya sendiri jarang berinteraksi langsung dengan blogger lainnya karena pekerjaan).

Padahal tujuan awal saya ikut di event gathering adalah mau tahu (banget) bentuk laptop terbaru ASUS Zenbook yang digadang-gadang sebagai laptop paling ringkas saat ini. Jadi bernilai plus karena ada sesi sejenis writing clinic.

Roadshow ASUS Blogger Gathering 2019 Bengkulu
Terpukau dengan laptop tipis nan mungil berperforma oke ? Untuk menulis pasti bikin blogger makin produktif.
Itu dia, tujuan dan passion. Mungkin itu yang kurang setiap setiap kali saya akan menulis. Begitu banyak ide di luar sana setiap kali melangkah keluar rumah yang bisa menjadi bahan tulisan. Tapi setiap kali mulai mengetik ada saja benturan-benturan baik antara ide awal, tujuan, serta passion-nya.
"Tulis yang kamu suka aja. Kamu suka dunia gadget ? Tulis tentang ponsel, laptop, atau aplikasi. Hobby kuliner ? Tulis tentang kuliner khas daerah, misalnya jajanan favorit Kota Bengkulu. Atau tutorial membuat menu makanan unik berbahan keju, cokelat, dan lainnya. Kalau saya sukanya menulis tentang traveling karena hobby saya jalan-jalan. Intinya, minat kamu apa, itu saja yang kamu tuangkan. "

Membuat Artikel di Laptop ASUS Zenbook

Benar juga kata Katerina, blogger yang sudah malang melintang jadi penulis blog dan kontributor di berbagai majalah nasional ini. Kenapa harus memaksakan menulis yang bukan hobbynya ? Justru dari hobby dan aktivitas sehari-hari konten bisa diproduksi dan bisa mendatangkan rezeki. Seperti lady blogger kelahiran Palembang ini, yang menorehkan berbagai prestasi karena hobby memotret dan nge-blog.

Sebagai Travel Blogger Populer 2017 versi situs Voucher (voucher.com.), Top 30 Travel Influencers di Indonesia versi Starngage (starngage.com), dan Travel Blogger Terbaik Indonesia 2016 versi media daring Reservasi (reservasi.com) adalah sedikit dari seabrek pencapaian perempuan yang beberapa waktu lalu wajahnya melekat di banner promo salah satu maskapai penerbangan nasional bersama Dinas Pariwisata di suatu Propinsi di Sumatera ini.
ASUS Zenbook 13/14/15 Terbaru
Segudang prestasi menulis membuat Katerina berkali-kali menjadi narasumber event ASUS, misalnya mengenalkan produk ASUS UX333, UX433, UX533 sebagai deretan laptop paling tipis dan ringan di kelasnya.
Berkali-kali menjadi juri kontes menulis, menjadi narasumber, dan selama beberapa tahun terakhir menjadi salah satu influencer dan duta produk ASUS di Indonesia adalah bentuk apresiasi dan pengakuan akan prestasinya. Saya saja yang beberapa kali jadi juri lomba musik bangganya seperti terbang ke langit kedelapan (bila ada, hehe). Termasuk ketika menjadi juri lomba lagu solo tanggal 30 Maret 2019 minggu lalu.

Kembali ke soal tujuan dan passion dalam membuat artikel di blog. Awal saya menulis di blog memang berorientasi SEO untuk niche tekno. Artinya artikel yang saya buat bertujuan agar memenangkan pertarungan di page one mesin pencari Google untuk keyword seputar teknologi dan gadget yang dibidik.

Tapi kenapa saya memilih ini ? Entahlah, mungkin karena merasa tertantang dengan kompetisi di pageone Google. Dan tidak perlu merangkai kalimat. Merangkai kalimat yang tidak tepat justru membuat artikel terlempar dari persaingan karena Google bot (robot Google) punya cara membaca sendiri.Jadi kesannya membuat artikel yang seolah-olah "cari muka" bagi robot mesin pencari dan bukannya memberikan apa yang pembaca inginkan : informasi yang mudah dibaca dan dimengerti, serta memberikan kesan atau perasaan tertentu.

Menulis artikel tekno yang SEO jauh beda dengan menulis bergaya cerita, seperti karya-karya Katerina S diblognya Travelerien (travelerien.com), Mira Sahid (mirasahid.com) si parenting blogger, atau Adhi Nugroho aka Blog Nodi (nodiharahap.com) si jawara di berbagai kontes blog kekinian.

Menulis artikel SEO bersandar pada keyword utama dan keyword turunan tanpa mesti memperhitungkan bagaimana supaya alur ceritanya enak dibaca. Sementara artikel dengan gaya bercerita itu lebih apa adanya, mengalir begitu saja dan kaya kosa kata. Cukup signifikan bedanya dibandingkan kebanyakan artikel SEO yang mesti mengolah kata-kata kunci yang dibidik. Itu makanya kebanyakan tulisan dari SEO blogger rada-rada tidak terstruktur dan tidak punya alur jelas sehingga kurang greget membacanya (kalau tidak mau dibilang jelek). Mungkin saya salah satunya (padahal saya kan bukan SEO blogger tapi techno blogger).

Coba ketik kalimat ini di beranda Google kamu : Info Bimtek Pusdiklat Pemendagri,
atau,
kalimat ini : Asuransi Kendaraan MSIG, Berkendara Tanpa Cemas.

Lalu kamu perhatikan seksama, adakah blog ulastopik.com disitu ? Kalau ada, berarti analisa keyword saya sudah hampir tepat. Itulah peran SEO. Kalau tidak ada, berarti persaingan untuk kata kunci itu tinggi. Ini pun peran SEO. Itulah sebabnya kenapa diperlukan optimasi. Bagaimana agar artikel yang dicari pengguna yang sedang membutuhkan informasi mudah ditemukan, dan berbanggalah kamu kalau itu sumbernya dari blog kita.

Tentang SEO ini sempat dilontarkan oleh Anjas Maradita (@anjas_maradita), Youtuber kondang yang turut menyertai si lady blogger selama berlangsungnya event ini.

"Membuat konten SEO itu mengeluarkan energi ekstra, dan harus memahami aspek-aspek di dalamnya. Mulai dari keyword hingga backlink."

Ternyata Youtuber yang sudah cukup sering menjadi narasumber di berbagai komunitas termasuk sebagai pembicara di kampus ini pernah menekuni bidang SEO. Lelaki ganteng yang gantengnya hanya kalah dari saya ini (buktinya saya sudah laku, dia belum hehe) juga pernah diliput oleh berbagai portal berita online mainstream seperti Okezone dan Tribunnews. Pria asal Lampung pemilik Daunnet Film ini juga kaya prestasi, misalnya termasuk dalam 5 Youtuber Asal Lampung Yang Bisa Memotivasi Kamu versi situs Saibumi (saibumi.com).
ASUS Zenbook UX333/UX433/UX533 Paling Tipis dan Ringkas
Anjas Maradita, Video Maker Pemilik Channel Daunnet Film menjelaskan berbagai kelebihan ASUS Zenbook Classic Terbaru segmen 13, 14, 15 inchi

"Karena kita mampu membuat ini".
Itu motto sang video editor yang saat ini subscribernya sudah lebih dari 200ribuan. Lewat kegalauan, si video maker spesialis AfterEffect yang ternyata pernah nyicip rasanya tinggal di Bengkulu saat masih kecil ini mampu menyulut potensi-potensi di sekitarnya, termasuk berdirinya Hipotesa dan Neuron. Tahu apa itu Hipotesa dan Neuron ? Cari sendiri deh di Google.

ASUS Zenbook Blogger Bengkulu Gathering 2019
Suasana event ASUS Zenbook Blogger Gathering Bengkulu 2019
Namun sesulit-sulitnya bersaing di halaman pertama Google, ternyata lebih sulit membuat artikel yang mengalir. Yang dari hati. Yang memberikan kesan di hati audiens. Yang merangsang pembaca untuk berinteraksi. Yang akhirnya punya brand dan melekat.

"Ini PR besar", batin saya. Bagaimana mungkin saya bisa meniru the little lady with big achievements ini. Atau mungkin beralih saja menjadi video maker seperti Anjas ?

"Jadi diri sendiri saja. Buat apa jadi orang lain, atau berpura-pura jadi orang lain. Kamu lebih tahu seperti apa kamu."

Quote yang cukup membekas. Kalau passion saya di bidang tekno berpijak pada SEO, kenapa tidak ? Yang penting harus rutin posting artikel beserta image yang menarik. Apalagi kalau menuangkan ide dan membuat desain kontennya di buat di laptop ASUS, bukan ?


Traveling, Antara Jalan-Jalan dan Membuat Konten

Fort Marlborough adalah salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi bila datang ke Bumi Raflesia (Kota Bengkulu). Bangunan peninggalan Inggris ini merupakan salah satu situs bersejarah dan bisa kamu jadikan objek wisata sekaligus objek penelitian. Hampir mirip dengan sejumlah objek wisata di Bali yang juga kaya akan situs budaya dan sering dijadikan objek penelitian.

Baca juga : Tujuan Wisata di Bali Yang Terkenal Dan Wajib Dikunjungi.
Berwisata Ke Kota Bengkulu dengan ASUS Zenbook 13/14/15
Benteng Marlborough, cagar wisata Kota Bengkulu yang spotnya sangat instagrammable 
Benteng yang didirikan tahun 1714 hingga 1719 ini berhadapan langsung dengan Pantai Tapak Padri, salah satu objek wisata favorit lainnya di Kota Bengkulu. Sebagai bagian dari event ASUS Indonesia kali ini di Bengkulu, para peserta memaksimalkan event ini berpuas-puas mengambil dokumentasi di sejumlah spot yang instagrammable di dalam benteng bersama laptop-laptop ASUS Zenbook yang tadinya didisplay di Grage Hotel Horizon. Semua ceria. Semua bahagia.

Saya mengitari sekeliling benteng dari atas. Terlihat sudut Kampung Cina, salah satu kawasan etnis Tiongkok pada awal-awal sejarah Kota ini. Terlihat juga monumen Thomas Parr, cagar budaya bernilai sejarah lainnya di kawasan ini yang berada tepat di depan Pasar Baru Koto (pasar tertua di kota ini).

Beberapa momen para Blogger Bengkulu dan duo narasumber event di Benteng Marlborough. Apakah Anjas sedang menggombali Katerina ? 

Saya sudah beberapa kali masuk ke dalam Benteng Marlborough, tapi itu waktu kecil dulu. Keadaannya berbeda dengan sekarang yang lebih tertata. Muncul berbagai ide di benak saya untuk menjadikan Benteng Marlborough, Pantai Tapak Padri, Kampung Cina, Tugu Thomas Parr, dan Pasar Baru Koto sebagai bahan tulisan saya. Saya belum pernah membuat konten seputar tempat wisata terbaik Bengkulu tersebut. Sembari berjalan menuju deretan meriam jadul, saya merangkai ide-ide tersebut dalam kepala saya.

ASUS Blogger Gathering 2019 Bengkulu
Anjas lancar dengan ASUS-nya. Saya ? Mesti pinjam wajah Mbak Katerina dulu karena fitur Face Recognition.
Ah, seandainya saya punya salah satu laptop ASUS Zenbook 13/14/15 inchi terbaru yang dibawa Katerina dan Anjas. Atau setidaknya salah satu laptop milik Katerina. Eh, punya Anjas sajalah. Kalau laptop punya Katerina warnanya cewek banget (hehe), sementara profil saya cowok banget. Katerina juga sudah pasti bakalan nolak cukup dengan senyuman. soalnya dia sudah kadung sejiwa dengan laptopnya itu. (Trus, apa kalau laki banget Anjas bakalan mau ngasih, gitu ? Eww).

Sambil duduk di depan salah satu jeruji penjara Benteng dekat deretan meriam lawas saya asyik menjepret Sang Merah Putih lewat Zenfone 3 Max yang sudah 3 tahun ini loyal menemani. Saya maksimalkan waktu yang ada mengingat baterai ponsel pintar ini sudah tidak mau berteman dengan waktu. Hanya beberapa menit saja tersisa sebelum akhirnya mati.

Ah, seandainya saya punya laptop yang baterainya tahan lama, saya bisa sesegera mungkin memindahkan foto-foto sekaligus melakukan pengisian baterai hp di laptop.
Tempat Wisata Yang Paling Terkenal Di Kota Bengkulu
Salah satu spot legendaris yang kaya sejarah itu adalah bendera Merah Putih yang berkibar gagah menghadap laut.
Pikiran saya melayang ke laptop-laptop tipis yang didisplay di Resto dan mencuri perhatian para bidadari blogger Bengkulu. Terngiang kembali luncuran kalimat dari Katerina dan Anjas secara bergantian tadi siang.

"Tiga seri ASUS Zenbook ini adalah laptop terbaru ASUS yang paling tipis dan paling ringkas di kelasnya. Khususnya yang 13 inchi ini, adalah yang paling kecil di dunia (the world smallest 13inch laptop). Pastinya buat kamu yang mengedepankan produktivitas dan kreatifitas bakalan nyaman banget. Jangan tanya kalau dibawa outdoor yah, misalnya traveling"

Setelah muncul ide-ide membuat konten artikel dari spot di kawasan Benteng ini barulah saya ngeh kalau yang disampaikan Katerina dan Anjas itu tepat. Di momen-momen outdoor seperti inilah betapa pentingnya laptop-laptop tipis dan ringkas terbaru ASUS Zenbook itu.

Terngiang lagi kata Katerina, seperti ini :
"Saya ditemani laptop andalan yang gregetnya berasa banget meskipun sangat ringan, ASUS Zenbook UX331UAL. Laptop paling ringan yang pernah ada. Beratnya cuma 985gram. Dengan NanoEdge layarnya seperti berukuran 14 inchi di balik body yang cuma 13inchi. Tipis, tapi sangat kuat. Sudah lulus sertifikasi Military Grade pula. Tapi tiga ASUS Zenbook 13/14/15 inchi terbaru ini lebih mumpuni lagi performanya".

Dan kata Anjas seperti ini :
"Era sekarang kita butuh perangkat yang tepat untuk mendorong produktivitas. Buat yang mobilitasnya tinggi, atau yang punya ide kreatif ya cocoknya pakai perangkat yang tipis, ringkas, ringan, dan tidak ringkih. Bisa dibuat ngapain aja dan dimana aja. Kalau saya cukup puas dengan ASUS Zenbook yang sekarang saya pakai ini (sambil menunjukkan laptop 15 inchinya). Kalau mau edit video, pokoknya konten apapun lah ya, khususnya yang butuh grafis yang optimal, pakai perangkat yang processornya mendukung. Misalnya core i5 atau core i7 ke atas."
Ada beberapa hal utama yang harus dipertimbangkan saat memilih laptop, khususnya buat para content maker seperti video editor dan yang berkutat dengan desain grafis, yaitu : Performa, Penampilan, Harga, dan Fitur. (kok sama ya dengan prinsip saya ?)

Selama di Grage Resto tadi saya terus mengamati benda tipis berwarna agak-agak pink, agak-agak ungu (warna apa pula ini pakai agak-agak). Saya tidak berkedip melihat bagaimana Katerina mengayun-ayunkan laptopnya hanya dengan satu tangan lalu memeluknya. Ah, seandainya saya yang memeluk laptop itu (maaf mbak Kat, saya hampir terobsesi dengan tampilan si mungil yang mbak dekap itu). Anjas meminjam laptop Katerina. "Saking ringannya bisa buat ngipas-ngipas" katanya mengibas-ngibaskan laptop mungil itu sambil senyum-senyum (awas 'Njas, senyummu bikin blogger lajang di sini mulai sering nyengir sendiri. #AnjasEffect).

Tapi mata saya lebih lama lagi memandangi deretan ASUS Zenbook di meja display itu.

Asli, saya jadi ngiler. Tidak berani saya membandingkan "mereka" dengan laptop yang saya pakai sehari-hari.

Selesai dari Benteng Marlborough, sesi terakhir ASUS Blogger Gathering adalah menikmati sunset di Aloha Cafe, kawasan tepi Pantai Panjang yang terletak di Kelurahan Sumur Meleleh. Jaraknya cuma memakan waktu 10 menit dari Fort Marlborough.

ASUS Zenbook 13/14/15 Event 2019
Menjelang akhir ASUS Zenbook Blogger Gathering Bengkulu 2019 di Aloha Cafe, Pantai Panjang
Mata saya kembali nanar menatap laptop tipis 13 inchi terbaru di tangan Katerina. Saya jamah pelan layaknya memegang guci bersejarah ribuan tahun. Merasakan sensasi dinginnya body yang dibalut bahan logam.

Seakan belum puas ketika membuka dan menutupnya serta merasakan sensasi di keyboardnya tadi siang di Grage Horizon Hotel, saya ulangi hal yang sama tepat saat cahaya matahari menyinari muka saya (membuat wajah saya seperti glowing gitu, qiqiqi).
Lebih kreatif membuat konten dengan Zenbook UX333
Ketika sunset menerpa wajah saya dan ASUS Zenbook UX333


Keistimewaan ASUS Zenbook 13/14/15 Inchi Terbaru Yang Bikin Terobsesi 

ASUS sudah sangat mendunia. Selain untuk pangsa laptop consumer yang menguasai pasar 41,8 persen, ASUS menjadi yang terdepan dengan menguasai 61 persen untuk pasar laptop gaming di tahun 2018. Ini membuktikan bahwa ASUS adalah brand paling wahid. Khususnya laptop gaming ASUS berbasis GPU NvidiaGeForce GTX1050 sangat digandrungi.

Namun bukan cuma perangkat gaming saja, ASUS juga jadi yang terdepan untuk laptop-laptop ultra : ringan, ringkas, dan tipis. Buktinya ASUS Zenbook 13 UX333 jadi yang termungil dan teringan saat ini.



Tapi seperti apa sih laptop-laptop ASUS Zenbook yang dibawa Katerina dan Anjas ini, kok sampai saya jadi terobsesi begini ? Ah, saya tak tahan untuk berlama-lama menyimpan rahasia buat kamu yang ingin merasakan sensasi dan kenyamanan dan bakalan mendorong kamu lebih produktif menjalani aktivitas harian.

Visualisasi Lebih Lega, Mata Lebih Termanjakan Dibalik Ketipisan dan Keringkasan

ASUS kembali membuat terobosan dengan merilis deretan laptop tipis nan ringkas. Ringkas ? Iya, maksudnya tidak makan tempat. Maksudnya ? Gini lho, dengan teknologi eksklusif  NanoEdge Display, ASUS menawarkan solusi agar laptop masa kini bukan cuman sekedar tipis tapi juga tidak menghabiskan ruang dengan dimensi yang dibuat seminimal mungkin namun tetap memberikan dampak visual semaksimal mungkin.
Laptop ASUS Zenbook 13 Inchi Terbaru
Layar Zenbook UX333 nyaris tanpa bezel pada layar body 13 inchi terlihat lebih luas dengan NanoEdge Display
Ini bisa dilihat pada tiga produk Zenbook terbarunya baik untuk segmen 13 inchi, 14 inchi, dan 15 inchi dimana ASUS memangkas bezel pada keempat sisi menjadi hanya berukuran 2,8 mm hingga 5,9 mm. Ukuran ini jauh lebih kecil dibandingkan laptop konvensional yang bezelnya bisa mencapai 20 mm.

Cuma itu ? Ada plusnya lho, teknologi NanoEdge Display ini juga membuat screen-to-body ratio sangat tinggi mencapai 95 persen. Alhasil layarnya terlihat lebih luas dan hampir tanpa batas. Buat saya yang penggemar berat film-film action bakalan lebih puas melihat aksi Mark Wahlberg, apalagi si cantik Brie Larson pemeran Captain Marvel bisa berulang-ulang mutarnya (qiqiqi...).

Bobot yang cuma 1,19 kg hingga 1,67 kg dan tebal cuma 15,9 mm hingga 17,9mm menyebabkan ketiga laptop ini mudah dijinjing gak pake berat. Pastinya buat saya yang saban hari mesti rela berberat-berat ria memikul ransel yang gembung gegara satu unit laptop yang makan ruang, bakalan jadi mudah membawa kemana-mana. Buat presentasi di depan punggawa kelurahan, sosialisasi di tengah masyarakat, atau saat jalan-jalan seperti tadi di Fort Malborough tetap pede dan makin pede.

ASUS Zenbook UX333 13 inchi FHD

Oya, ada keistimewaan lainnya di deretan laptop tipis dan ringkas keluarga ASUS Zenbook ini, yaitu tingkat reproduksi warna tinggi pada layar beresolusi Full HD (1920x1080) yang mencapai 100% (dalam space color sRGB). Hebatnya lagi layar ini punya viewing angle (sudut penglihatan) mencapai 178 derajat yang didukung teknologi ASUS Splendid serta ASUS Tru2Life Video agar mendapatkan pengalaman visual yang sempurna.

Saya jadi teringat lukisan karya Leonardo da Vinci di abad 16 yang legendaris itu, Mona Lisa, yang matanya seakan-akan hidup dan tetap menatap kita meskipun kita melihatnya dari samping. Kira-kira seperti itulah analogi betapa hidupnya visualisasi yang dihasilkan ASUS di laptop Zenbook terbaru ini (dari perspektif kita yang melihat Mona Lisa, bukan perspektif Mona Lisa melihat kita).
ASUS Zenbook UX333 With ErgoLift Numpad
Kehadiran Numpad di Zenbook UX333 semakin memudahkan pengguna mengolah data angka
Yang lebih menarik khususnya pada Zenbook UX333 yang sekarang jadi mainstream laptop tipis 13 inch paling ringkas di dunia beserta ASUS Zenbook UX433 yang berukuran 14 inchi ini adalah tertanamnya fitur canggih bernama Numberpad, yaitu numpad virtual yang terintegrasi dengan touchpad. Berbeda halnya dengan ASUS Zenbook UX533 yang berukuran 15 inchi, tombol numpad-nya secara fisik tertanam bersama key lainnya.
ASUS Zenbook 15 Inchi Core i7 UX533
ASUS Zenbook 15 Inchi Terbaru, UX533 Core i7 Dengan Numpad 
Buat saya yang sering berkutat dengan angka keberadaan numpad ini entah fisik ataupun virtual bakal sangat terbantu dibanding ketika menggunakan laptop tanpa numpad. Bayangkan, saya harus beli keyboard eksternal supaya bisa menginput angka ! Kan jadi dobel tuh beratnya ranselku, mana ruangnya jadi lebih sempit sehingga bawa dokumen terpaksa harus pakai map terpisah.

Tipis, Ringkas, Tapi Performa Tetap Mumpuni Dan Serba Cepat

Besar belum tentu powerful. Tipis dan ringkas juga bukan berarti tanpa tenaga. Ini bisa menggambarkan performa di jajaran ASUS Zenbook Classic. Dengan menanamkan processor bertenaga Intel Core i5 dan i7 generasi kedelapan (8th Gen Core i5/core i7) laptop-laptop ini mampu berlari pada kecepatan 3,4 GHz hingga 4,6GHz. Kencang kan ?

Dari aspek performa grafis, ASUS juga "menggila" dan seolah memberikan kesempurnaan yang powerful yang memberikan pengalaman visual lebih baik dibandingkan laptop yang GPU-nya integrated dengan menyematkan discrete GPU NVIDIA ke dalam jajaran laptop Zenbook Classic.
ASUS Zenbook UX333 Intel Core i7 RAM 16GB


ASUS menyematkan GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-3 pada Zenbook UX533. Penyematan graphic card model ini layaknya sebuah stimulan dan booster bagi sang laptop untuk mengoperasikan sejumlah aplikasi yang memerlukan performa grafis tambahan.

"Tapi jangan paksakan buat main game berat ya, karena UX333, UX433, dan UX533 ini memang bukan untuk gaming mainstream. Bisa jebol ntar" Anjas pernah mengingatkan. Ya, saya setuju.
Asus ultrabook paling tipis dan ringan UX433 14 inchi
ASUS Zenbook UX433 (foto : Laptopmag)
Ah, saya bukan gamer sejati, cuma dulunya doyan main Football Manager dan Counter Strike saja yang sudah beberapa kali bikin laptop saya hang dan "dioperasi" alias diinstal ulang. Hobby gaming itu terpaksa saya hentikan dulu hampir dua tahun belakangan menunggu saat yang tepat (tepatnya menunggu uang yang tepat, hehe) untuk membeli laptop terbaru. Pastinya deretan Zenbook Classic ini masuk list incaran.

Selain menyematkan GPU NVIDIA GeForce GTX 1050 Max-3 pada UX533, ASUS juga menyematkan GPU MX150 pada UX333 dan UX433. Kehadiran kartu grafis yang satu ini membuat kedua laptop tipis terbaru ASUS ini tangguh menemani penggunanya menikmat hiburan maupun aktivitas harian.
ASUS Zenbook UX433 ErgoLift
ASUS Zenbook UX433 14 Inchi (sumber : Laptopmag)
Ketiga varian ASUS Zenbook ini juga semakin kencang dengan tetap mempertahankan performanya karena didukung oleh memori hingga 16GB LPDDR3 RAM, serta penyematan NVMe SSD sebesar 512GB yang lebih cepat membaca file dibandingkan versi SSD SATA standar.

Dengan RAM begini, pastinya saya gak bakalan ngedumel dalam hati (lagi) kalau buka browser, nonton Youtube, sambil mengoperasikan Corel Draw atau Photoshop untuk mengedit konten-konten ringan seperti banner untuk kebutuhan sosialisasi, atau gambar untuk blog. Kebetulan saya kalau mengedit konten harus searching dulu di browser untuk mencari inspirasi dan bahan yang berkaitan dengan tema yang akan dibuatkan kontennya.

Laptop yang saya punya masih core i3. Si Legend berwarna biru ini dulunya tergolong kencang di kelasnya. Tapi saya harus pasrah di era kekinian saat software-software canggih, konten-konten berat yang kesemuanya mengalami update menyebabkan "si kencang" ini tidak lagi sekencang dulu. Bayangkan saja, buka Google Chrome sekarang loadingnya entah berapa menit. Belum lagi kalau buka Photoshop yang "cuma" versi portabel, langsung hang.Tidak salah kalau saya jadi terobsesi memiliki salah satu dari ketiga laptop Zenbook Classic terbaru itu.

Mengetik Lebih Nyaman Dan Ergonomis

Bicara soal teknologi, kata inovator memang sangat tepat disandang ASUS. Perusahaan yang telah meraih ratusan penghargaan ini juga melakukan terobosan dengan menyematkan teknologi ErgoLift Design. Dengan teknologi ini ketiga varian ASUS terbaru bisa terangkat body-nya membentuk sudut 3 derajat, sehingga lebih ergonomis dan membuat pengguna semakin nyaman mengetik. Hadirnya ErgoLift memberikan keuntungan lain, yaitu sirkulasi udara yang lancar dan suhu komponen tetap terjaga karena terangkatnya body. Selain itu dengan terangkatnya body kualitas audio juga jauh lebih baik.

ASUS Zenbook 13 Inchi Core i5 RAM16GB
Desain yang tipis dengan teknologi ErgoLift semakin membuat nyaman mengetik dan memberi ruang sirkulasi udara.
Kenyamanan saat mengetik juga semakin terasa karena ASUS menyematkan fitur full-size backlit keyboard yang punya key travel sejauh 1,4 mm. Plus, ada plusnya juga nih, yaitu hadirnya LED backlit sehingga mengetik bisa tetap nyaman di kondisi kurang cahaya.

Konektivitas Lengkap Dan Cepat

Ngomong-ngomong soal cepat, bukan cuma processornya yang cepat. Dari aspek konektivitas ketiga laptop terbaru ASUS Zenbook ini juga cepat. Selain tetap mempertahankan port USB 3.1 type-C, ASUS menambah 2 port USB type-A. Alhasil menyimpan file juga gak perlu berlama-lama. Apalagi kalau di lapangan saat beraktivitas maupun saat traveling, memindahkan foto-foto dokumentasi di smartphone gak paling banter makan waktu beberapa menit saja. Termasuk bila memindahkan file film berformat MP4 yang berukuran hingga bergiga-giga byte.

Port Koneksi ASUS Zenbook 13 UX333


Kalau laptop saya sih, menunggu transfer file selesai dari flash disk atau eksternal memory lainnya masih bisa nyambi makan dan cuci piring.

Tahan Banting, Outdoor Dan Indoor Lebih Aman

Keistimewaan berikutnya dari jajaran laptop ASUS Zenbook 13 inchi, 14 inch, dan 15 inchi terbaru ini adalah body buildnya yang didesain tahan banting. Seperti umumnya produk-produk ASUS yang selalu melalui uji standar, ketiga varian ini bahkan sudah mendapatkan sertifikasi Military Grade MIL-STD810G. 

Produk-produk yang tersertifikasi standar militer milik angkatan bersenjata Paman Sam ini punya ketahanan lebih baik, karena sudah teruji terhadap benturan, himpitan, cuaca ekstrim, bahkan kebakaran. 
Ketahanan Zenbook UX333 UX433 UX533
ASUS Zenbook sudah tersertifikasi Military Grade MIL-STD810G
Tipis, ringkas, performa mumpuni, dan tahan banting ? Cuma ASUS yang bisa mewujudkannya. Saya gak bakalan khawatir bila terhimpit atau terbentur, soalnya yang namanya bertugas di lapangan kejadian benturan cukup rawan terjadi. Hal ini cukup sering dialami laptop saya. Hebatnya, si Blue Legend tetap eksis. Itulah hebatnya ASUS. Apalagi kalau beraksi di lapangan atau traveling pakai salah satu laptop dari tiga model Zenbook ini, makin ngiler saya. Pfiuuh...pengen. 

Oya, kelebihan lainnya yang dihadirkan ASUS pada ketiga varian Zenbook UX333, UX433, dan UX533 adalah dari sisi keamanan yang lebih terjamin. Ini dikarenakan ASUS menyematkan sistem keamanan menggunakan kamera infra merah khusus yaitu sistem pengenal wajah (face recognition) yang sistemnya mirip pada smartphone kekinian namun terintegrasi dengan Windows Hello. Pemilik bisa kembali mode on tanpa mesti pakai pakai password atau PIN. 

Bahkan ketika saya memakai kacamata, contact lens, topi, atau saat saya minggu ini klimis minggu depan brewok sudah lebat, atau mungkin kamu yang make-upnya ketebalan, sensor ini masih bisa mengenali si pemiliknya. Sayangnya saya belum memilikinya, jadinya ya si Windows Hello tidak bisa mengenali muka saya. Iyeeuuhh...Cuma wajah Anjas dan Katerina saja yang dikenali.

Bermultimedia Makin Asyik

Buat kamu yang punya hobby sama dengan saya yaitu nonton film dan dengar musik pastilah akan menikmatinya melalui perangkat yang tepat bukan ?

Harman Kardon ASUS Zenbook 13/14/15


Dengan teknologi Harman Kordon berkolaborasi dengan ASUS Golden Ear, trio laptop ASUS Zenbook UX333, UX433, dan UX533 ini akan memberikan audio berkualitas premium dan memberikan pengalaman baru pengguna dalam bermultimedia.

Baterai Tahan Lama

Inilah kenapa ASUS Zenbook 13 UX333, Zenbook 14 UX433, dan Zenbook 15 UX533 pas banget kalau dibawa outdoor. Tanpa pasokan listrik di lokasi pun kegiatan komputasipun masih bisa terus berlanjut. Baterainya itu lho, tahan hampir seharian. Jadi kalau misalnya saya sedang berada di lapangan, tidak perlu khawatir dengan mengolah data, atau menulis artikel. Bahkan sambil begitu bisa juga ngecas ponsel. Keren lah.


Spesifikasi Lengkap ASUS Zenbook UX333/UX433/UX533

Asus Zenbook 13"14"15" Core i7 8th Gen
Spesifikasi ASUS Zenbook UX333, UX433, UX533

Coba kamu lihat video berikut ini ya...



Tidak bosan-bosan saya melihat spesifikasi detil ketiga deretan laptop ASUS 13/14/15 inchi terbaru ini. Seandainya saya punya salah satu. Ya, salah satuuuuu saja. Gak usah banyak-banyak. Akan saya bawa kemanapun pergi. Ketika ada ide dan dijadikan bahan untuk menulis konten, akan segera saya tuangkan di laptop. Jangan sampai ide yang sudah dikumpulkan di kepala menguap begitu saja seperti yang selama ini saya alami. Saya akan lebih lancar menguntai kata demi kata dengan tetap mempertahankan konsep SEO dan mengolah kalimat demi kalimat menjadi alur cerita yang enak dibaca.

Pastinya saya akan lebih produktif memproduksi tulisan berikut konten didalamnya. Toh tulisan itu akan menemukan keberuntungannya sendiri.

Nah, buat kamu yang juga kesemsem sama benda tipis dan ringan ini, ada berbagai varian ASUS Zenbook pada masing-masing segmen. Warnanya juga oke lho. Sesuaikan deh spek-nya dengan kebutuhan kamu. Spesifikasi dan harga masing-masing laptop bisa dilihat pada gambar di bawah ini.

Kalau saya mesti menabung dulu. Kalau kamu gimana ?
Harga ASUS Zenbook 13/14/15 Terbaru
Harga ASUS Zenbook UX333/UX433/UX533

"Pletak".

Saya kaget. "Sudah lewat tengah malam. Ayo tidur, jangan begadang. Dari tadi senyam-senyum. Ada apa sih ? Tadi kayak orang linglung, sekarang kayak orang gila senyum sendiri. Jangan-jangan...kamu ada yang lain ya ? Secara tadi jalan-jalan setengah harian." Istri saya mengetukkan pensil di kening saya dengan wajah keheranan. "Kamu makin cakep kalo marah."puji saya. Dia menatap semakin heran.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »

11 Comments

Write Comments
15.18

wah...gara-gara ASUS jadi senyam senyum sendiri toh bang? bahaya juga itu

avatar
03.24

asal lihat barang bagus pasti ngayal fy

avatar
19.04

ini laptop emang keren banget ya, Bang. Kapan beneran bisa memilikinya...ringan..tipis dan ringkas plus cantik beut.

avatar
19.37

iya, laptop tertipis dari laptop tipis yg punya temen sy...keren ini

avatar
13.49

Haha kasihtau istrinya, sang suami terobsesi sama laptop agak2 pink agak2 ungu. Tapi kemudian kesengsem sama ZenBook UX333/UX433/UX533 :D

Mantap mas ulasannya. Keren maksimal. Good luck ya.

Ohya terima kasih atas partisipasinya. Salam buat istrinya ya.

avatar
14.51

hehe, bingung nyebutin warna laptop tipis ASUS punya mbak Katerina. tapi thanx ya sudah nunjukin 3 laptop ASUS terbaru itu ya ...

avatar
10.02

Suka tulisan abang. Banyak belajar dari tulisan abang. Terima kasih sudah menginspirasi.

avatar
10.09

trims agan @sunardi, saya juga masih baru belajar ini...hehe

avatar
17.05

Kaget. Ada nama saya di artikel ini. Salam hangat.

avatar
23.35

@Adhi Nugroho
salam kenal juga mas, trims sudah mampir di sini yaa...

avatar
12.13

Salam kenal ya, keren ini artikelnya.

avatar